Apakah Allah membenci atau mengasihi?

  1. Allah mengasihi
    1. (Yohanes 3:16) - "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
    2. (Roma 5:8) - "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
    3. (1 Yohanes 4:7-8, 16)- "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.  8Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih....16Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia... "
  2. God hates
    1. (Mazmur 5:5) - "Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan."
    2. (Mazmur 11:5) - "TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan."
    3. (Amsal 6:16-19) - "Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 17mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 18hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,  19seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara."
    4. (Hosea 9:15) - "Segala kejahatan mereka terjadi di Gilgal, sungguh, di sana Aku mulai membenci mereka. Oleh karena jahatnya perbuatan-perbuatan mereka Aku akan menghalau mereka dari rumah-Ku. Aku tidak akan mengasihi mereka lagi, semua pemuka mereka adalah pemberontak."

Allah mengasihi sekaligus juga membenci.  Natur Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8), tetapi Ia juga adil (Mazmur 7:9) dan suci (Yesaya 6:3). Fakta bahwa Ia tidak memusnahkan semua manusia karena dosa-dosa mereka terhadap-Nya adalah menunjukkan kedalaman kasih-Nya. Allah tidak pernah berhutang apa pun kepada siapa pun. Kita adalah orang-orang berdosa, karena dosa-dosa kita, kita telah melawan Dia karena kita telah melanggar hukum-hukum-Nya -- dan hukum-hukum-Nya (Taurat) adalah merupakan cerminan dari karakter-Nya. Tetapi, Allah dalam kasih-Nya yang begitu dalam telah mengirim Anak-Nya untuk mati bagi dosa-dosa kita sehingga kita bisa memperoleh hidup yang kekal dengan cara menerima Kristus sebagai Juru Selamat kita (Yohanes 1:12; Roma 10:9-10).

Apakah Allah membenci?  Ya, Ia membenci kejahatan dan dosa.  Apakah Allah mengasihi?  Ya.  Ini bukanlah kontradiksi.  Ini adalah kebenaran.

 

 

 

 
 
CARM ison