Apakah Allah menghancurkan Niniwe atau tidak?

  1. Allah akan menghancurkan Niniwe (Yunus 3:4) - "Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."
  2. Allah tidak akan menghancurkan Niniwe (Yunus 3:10) -  "Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya."

Jawaban atas kedua ayat yang kelihatannya berkontradiksi ini ternyata sederhana saja.  Ketika kita mempelajari Alkitab secara seksama, kita harus mencari apa yang sesungguhnya Alkitab katakan mengenai suatu pokok masalah. Jika kita memfokuskan diri pada satu bagian kecil saja maka kita akan gagal memahami keseluruhan makna atau pokok permasalahan dan tidak akan dapat memperoleh jawaban yang seringkali sudah ada di depan mata kita. Allah berkata dalam Yeremia 18:8, "Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka."  Dapat kita lihat di sini bahwa Tuhan mengatakan bahwa Ia tidak akan menghakimi suatu bangsa jika bangsa tersebut bertobat dari dosa-dosanya. Niniwe benar-benar bertobat dari dosanya setelah Yunus menyampaikan peringatan Allah kepada mereka.

"Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.  6Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. 7Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 8Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. 9Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa." (Yunus 3:5-9).

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa karena Niniwe bertobat, maka Allah membatalkan penghukuman yang telah Ia umumkan.

 

 

 

 
 
CARM ison