Apakah anak perempuan Yairus sudah mati atau hampir mati pada waktu ia datang kepada Yesus?

  1. Anak perempuannya telah mati (Matius 9:18) - "Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
  2. Anak perempuannya hampir mati (Markus 5:23) - "datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya  23dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 24Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya."

Ini merupakan sebuah perbedaan yang cukup sulit. Tidak ada variasi tekstual dalam manuskrip-manuskrip bahasa Yunani yang ada, jadi tidak ada kekeliruan penyalinan. Penjelasan terbaik yang bisa saya berikan adalah bahwa kedua pernyataan itu memang diucapkan oleh Yairus. Yairus sangat mungkin pertama-tama telah mengatakan bahwa anak perempuannya sedang sekarat lalu belakangan mengakui bahwa sesungguhnya anak perempuannya telah mati. Ia mungkin sekali telah berjalan jauh dalam keputusasaan untuk bertemu Yesus dan mula-mula mengatakan bahwa anak perempuannya sedang sakit. Seseorang kemudian menginformasikan padanya bahwa anak perempuannya telah meninggal, lalu ia mengatakan bahwa anaknya telah mati kepada Yesus.

Masalah dengan penjelasan ini adalah bahwa penjelasan ini dibuat bukan berdasarkan apa yang telah diungkapkan oleh ayat yang ada, tetapi hanya berdasarkan reka-rekaan saja. Sampai saat ini, ini adalah penjelasan terbaik yang saya miliki.

Apakah karena kekurangan penjelasan yang tepat berarti kita harus membuang Alkitab? Sama sekali tidak. Kita tidak membuang ilmu Fisika hanya karena kita tidak dapat memahami beberapa hal di dalam ilmu ini. Demikian juga kita tidak meninggalkan Sains hanya karena adanya fenomena-fenomena yang tak terjelaskan. Sebagaimana telah terjadi sebelumnya, banyak "perbedaan"/ "kontradiksi" Alkitab yang semakin lama semakin bisa dijelaskan secara memuaskan seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyaknya penemuan arkeologi berupa penemuan manuskrip-manuskrip yang lebih tua, dll.

 

 

 

 
 
CARM ison