Apakah kebenaran itu?

Kebenaran bukanlah suatu perasaan. Kebenaran bukan pula sebuah ide saja. Kebenaran terdapat dalam Alkitab. Kelompok Kultus (Cults) keliru karena tidak memiliki kebenaran ini. Yakni, mereka memiliki pemahaman yang keliru mengenai Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus, dan karya Kristus di atas kayu salib. Karena mereka keliru dalam hal ini, mereka juga keliru mengenai doktrin keselamatan.

Ketulusan dan pekerjaan baik tidak dapat menjembatani jurang dosa antara Allah dan manusia. Hanya darah Kristus yang dapat membersihkan seseorang (Ibrani 9:22; Yohanes 14:6). Ketulusan hati dan perbuatan baik hanyalah upaya diri sendiri untuk memperoleh penghargaan dari Allah. Ketulusan hati menjadi kesombongan ketika dipakai untuk memperoleh pembenaran dari Allah: "Tapi Allah, lihatlah hatiku. Lihat betapa tulus hatiku? Saya berhak untuk tinggal di sorga."

Tidak. Jika ketulusan hati dan perbuatan baik cukup untuk memuaskan hati Allah, maka Ia tidak akan memberikan kita Alkitab untuk mengkoreksi ide-ide tulus kita yang keliru itu, dan Ia tidak akan mengirimkan Putra-Nya untuk melakukan pekerjaan yang tidak mungkin bisa kita lakukan.

Kebenaran adalah apa yang Allah katakan sebagai benar.

Hanya Ada Satu Allah

Kekristenan:

Doktrin Kekristenan sejati hanya mengakui adanya satu Allah di mana pun, kapan pun. Tidak ada Allah sebelum Allah; dan tidak akan ada Allah sesudah Allah (Yesaya 43:10). Allah bahkan tidak pernah tahu kalau ada Allah lain (Yesaya 44:8). Hanya ada satu Allah di seluruh alam semesta ini. Hanya satu.   Paham ini disebut Monotheisme.

Mormonisme:

Dewa bumi hanyalah salah satu dari begitu banyak dewa-dewa (Bruce McConkie, Mormon Doctrine, hal. 163).  Paham ini disebut polytheisme.  Tetapi, mereka hanya menyembah satu dari banyak illah ini, yaitu yang dikenal dengan Elohim.  Paham begini disebut monolatry.

Elohim (begitulah kaum Mormon memanggil Allah Bapa) dulunya adalah manusia dari planet lain (Mormon Doctrine, hal. 321). Elohim menjadi seorang Dewa lalu datang ke bumi ini bersama istrinya yang seorang dewi (Articles of Faith, oleh James Talmage, hal. 443). Kaum mormon memiliki potensi untuk menjadi dewa bagi dunia mereka sendiri (Teachings of the Prophet Joseph Smith, halaman 345-347, 354).

Pengajaran ini bertentangan dengan Alkitab. Kaum Mormon adalah polytheist. Kekristenan bersifat monotheistik. Mormonisme sungguh keliru.

J.W. (Saksi Yehovah):

Mereka percaya hanya ada satu Allah (Make Sure of All Things, hal 188).   Mereka memanggil Allah "Yehovah." Dalam hal ini, Kaum J.W. benar. Memang hanya ada satu Allah.

Trinitas

Kekristenan:

Allah adalah pribadi-pribadi trinitas: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Allah Bapa bukanlah pribadi yang sama dengan Putra. Putra bukanlah pribadi yang sama dengan Roh Kudus. Roh Kudus bukanlah pribadi yang sama dengan Bapa. Ketiganya abadi, Allah, dan Maha Tahu.

Keberatan-keberatan yang diajukan atas Trinitas adalah bahwa konsep ini tidak logis. Logika seharusnya tidak boleh mengungguli Alkitab. Jika memang berasal dari Allah, pasti akan ada hal-hal yang memang sulit dipahami. Tambahan lagi, sidik jari Allah terlihat dalam semua ciptaan-Nya. Dalam Roma 1:20 dikatakan bahwa atribut-atribut Allah yang tidak kelihatan terlihat jelas dalam ciptaan-Nya. Ciptaan dibuat dari trinitas dari Trinitas: waktu, ruang, dan materi. Waktu terdiri dari masa lalu, kini, dan masa depan. Tiap "bagian" berbeda, tetapi mereka berada dalam natur yang sama: waktu. Ruang adalah tinggi, lebar, dan kedalaman. Tiap "bagian" berbeda, tetapi mereka berada dalam satu natur: ruang. Materi itu padat, cair, dan gas. Tiap "bagian" berbeda, tetapi mereka memiliki natur yang sama: materi.

Mormonisme:

Trinitas adalah seperti kantor yang dihuni oleh 3 allah: ada sesosok dewa yang disebut bapa, ada sesosok dewa yang disebut anak, dan seorang dewa lain yang dipanggil roh kudus. Kekeliruannya adalah dalam asumsi bahwa satu "pribadi" haruslah berada dalam satu bentuk fisik (Doctrine and Covenants, 130:22)  -- sesuatu seperti darah dan daging.

Paham ini berkontradiksi dengan pandangan ortodoks mengenai Trinitas dan paham ini mengajarkan Allah yang lebih dari satu (Yesaya 43:10; 44:6,8).

J.W. (Saksi Yehovah):

Mereka menolak Trinitas (Let God be True, hal. 100-101; Make Sure of All Things, hal.386). Mereka mengatakan hanya ada satu pribadi dalam Allah: yaitu Bapa.
Mereka keliru karena menolak doktrin kebenaran dari Trinitas.

Yesus

Kekristenan:

Yesus adalah pribadi kedua dalam Trinitas. Yesus adalah Allah sekaligus manusia. Ia sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia (Kolose 2:9). Ia yang berada dalam rupa Allah, mengosongkan diri-Nya, dan menjadi manusia (Filipi 2:5-8). Sebagai Allah yang juga manusia, Ia menjadi pengantara kita (1 Timotius 2:5). Yesus tidak diciptakan (Yohanes 1:1-3), tetapi Ia pencipta segala sesuatu (Kolose 1:16-17).

Mormonisme:

Yesus, iblis, dan kita semua adalah anak-anak roh yang lahir dalam pre-eksistensi (sebelum ada segala sesuatu), yang adalah turunan Allah Bapa dan istri dewinya (Mormon Doctrine hal. 516; Journal of Discourse, Vol. 4, hal. 218).

J.W. (Saksi Yehovah):

Yesus adalah Mikhail si Penghulu Malaikat yang menjadi manusia, mati di atas sebuah pancang/ tiang -- bukan salib -- bangkit dalam bentuh roh, dan kembali ke surga untuk menjadi malaikat lagi (The Watchtower, May 15, 1963, hal. 307; The New World, 284).

Masalahnya di sini adalah Yesus versi mereka (Mikhail) adalah makhluk ciptaan. Karena itulah Alkitab J.W. menambahkan 4 kali kata "lainnya (other)" dalam Kolose 1:16-17. Kata "lainnya" ini bukanlah teks asli Alkitab.

Keselamatan

Kekristenan:

Keselamatan, atau pengampunan atas dosa-dosa, adalah sesuatu yang diberikan Allah kepada anda. Ini adalah anugrah yang cuma-cuma (Roma 6:23). Orang berdosa dibenarkan dalam mata Allah semata-mata hanyalah karena iman dari orang percaya atas pengorbanan Kristus di kayu salib. Pembenaran, atau dinyatakan sebagai benar, dicapai melalui iman (Roma 5:1). Perbuatan kita tidak memiliki andil dalam keselamatan kita. Jika perbuatan kita memiliki andil, maka Yesus mati sia-sia (Galatia 2:21).

Mormonisme:

Doktrin pengampunan dosa dari Mormonisme adalah bahwa anda diselamatkan oleh anugrah setelah berbuat semampu anda (Article 8 of the Church of Jesus Christ of Latter-day Saints; Articles of Faith, karya James Talmage, hal. 92). Mereka menambah-nambahi apa yang telah diselesaikan oleh Kristus di kayu salib dengan mengatakan bahwa Yesus telah berbuat demikian sehingga kita memiliki kemungkinan untuk diampuni. Perbuatan kita harus dicampur dengan perbuatan Kristus barulah dosa-dosa kita layak diampuni oleh Allah.

Kekeliruan mereka adalah bahwa mereka menganggap bahwa perbuatan kita memiliki peran dalam keselamatan kita, dalam pengampunan atas dosa-dosa kita. Kenyataanya tidaklah demikian. Dalam Galatia pasal 3 dan 5, Paulus menyinggung masalah ini dan menyalahkan pemikiran yang tetap mengganggap perlunya menjalankan Hukum Taurat supaya dapat dibenarkan Allah. Keselamatan adalah anugrah yang cuma-cuma dari Allah, dibayar penuh oleh darah Kristus.

J.W. (Saksi Yehovah):

Pengampunan dosa adalah melalui perbuatan baik dan kerja sama dengan Allah (Studies in the Scriptures, Vol. 1, hal. 150, 152). Mereka menganggap bahwa pengorbanan Kristus (yang sebenarnya si penghulu malaikat Mikhail) telah membuka pintu yang telah ditutup oleh Adam. Dengan kata lain, karena pengorbanan Kristuslah anda bisa bekerja sama dengan Allah dan memperoleh keselamatan.

Kekeliruan mereka sama seperti yang telah diterangkan dalam kesalahan kaum Mormon. Perbuatan tidak memiliki peran dalam keselamatan kita. Perbuatan-perbuatan kita baru memiliki arti setelah kita diselamatkan, bukan sebelumnya, dan untuk memperoleh keselamatan tidak diperlukan kerja sama dengan apa pun. Menambahi apa yang telah dikerjakan Kristus di kayu salib sama dengan mengatakan bahwa apa yang dikerjakan Yesus di kayu salib belumlah cukup. Ini adalah serangan terhadap Allah.

Kesimpulan

Kebenaran itu penting bukan semata-mata karena ia benar. Kebenaran penting karena ia mendefinisikan siapa dan apa yang kita percaya. Apakah Yesus itu saudara Iblis seperti dalam Mormonisme? Apakah Ia malaikat yang menjadi manusia? Atau, apakah Ia adalah pencipta alam semesta, pribadi kedua dari Trinitas? Hanya satu di antara pendapat itu yang benar.
Iman sangat vital. Tetapi iman yang mengimani hal-hal yang salah adalah sama saja dengan tidak memiliki iman. Iman itu benar jika objek yang diimaninya benar. Inilah pentingnya mengenal Yesus yang benar. Yaitu yang seperti diceritakan oleh Alkitab, bukan versi Mormonisme, atau pun versi kaum Saksi Yehovah.

Keabadian adalah waktu yang terlalu panjang untuk kekeliruan kita. Terutama jika kita keliru mengenai Yesus.

 

 

 

 
 
CARM ison