Apakah kita diselamatkan oleh anugerah atau perbuatan kita?

  1. Diselamatkan oleh anugerah
    1. (Efesus 2:8-9) - "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
    2. (Roma 3:20,28) - "Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. 28Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
    3. (Galatia 2:16) - "Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."
  2. Diselamatkan oleh perbuatan
    1. (Yakobus 2:24) - "Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman."
    2. (Matius 19:16-17) - "Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 17Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."

Allah tidak menyukai iman yang kosong dan hipokrit (pura-pura). Yakobus 2 berbicara mengenai mereka yang "mengatakan" bahwa mereka mempunyai iman tetapi tidak terlihat dalam perbuatan-perbuatan mereka. Sehingga orang-orang tidak bisa membedakan apakah mereka itu adalah orang percaya yang sejati atau bukan, sebab mereka tidak berbuah sama sekali. Iman seperti ini adalah sia-sia dan bukan merupakan iman yang menyelamatkan. Iman yang sejati akan menghasilkan perbuatan yang sejati.

Dalam Matius 19:16-17, Yesus sedang berbicara kepada seorang yang mengerti Taurat dan yang merasa bahwa dia adalah orang yang benar dan ingin menguji Yesus (Lukas 10:25). Ia bertanya tentang apa yang harus ia lakukan agar dapat memperoleh hidup yang kekal dan Yesus menjawab bahwa ia harus mematuhi semua tuntutan Sepuluh Perintah Allah. Jika ada yang sanggup mematuhi ke-Sepuluh Perintah Allah, maka tampaknya orang tersebut akan bisa memperoleh hidup yang kekal. Tetapi masalahnya, tidak ada seorang manusia pun yang sanggup mematuhi ke-Sepuluh Perintah Allah tersebut. Karena itulah, komentar Yesus menunjukkan kepada orang yang bertanya tersebut bahwa orang bisa dibenarkan hanya melalui iman karena tidak ada seorang pun yang sanggup mematuhi ke-Sepuluh Perintah Allah tersebut. Itulah mengapa Efesus 2:8 mengatakan bahwa hanya karena kasih karunia kita diselamatkan oleh iman. Roma 3:20,28 dan Galatia 2:16 memberitahukan kita bahwa tidak ada seorang pun yang dibenarkan di hadapan Allah melalui Hukum Taurat; Hukum Taurat menunjukkan perbuatan yang dapat dilakukan oleh manusia.

Tidak ada kontradiksi sama sekali dari ayat-ayat di atas jika kita perhatikan baik-baik konteks masing-masing ayat. Kita hanya dibenarkan oleh karena iman, iman harus hidup (tampak diwujudkan dalam perbuatan iman) (Yakobus 2). Hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan kita karena kita tidak sanggup mematuhinya (Matius 19:16-17). Karena itulah, keselamatan adalah melalui kasih karunia kita oleh iman.

Untuk informasi lebih jauh, lihat paper saya dalam.

 

 

 

 
 
CARM ison
 
 
CARM.org
Copyright 2014

CONTACT US:
CARM Office number: 208-466-1301
Office hours: M-F; 9-5 pm; Mountain Time
Email: [email protected]
Mailing Address: CARM, PO BOX 1353, Nampa ID 83653