Apakah Tuhan adalah Allah Perdamaian atau Allah Perang?

  1. Allah Perdamaian
    1. (Yesaya 2:4) - "Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang."
    2. (Roma 15:33) - "Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin."
  2. Allah Perang
    1. (Keluaran 15:3) - "TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya."
    2. (Yoel 3:9-10) - "Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju!  10Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"

Siapa pun dapat mencomot ayat-ayat di luar konteksnya lalu membuat perbandingan di antara ayat-ayat tersebut lalu mengatakan bahwa ia telah menemukan "kontradiksi". Tetapi, konteks menjadi korban dalam cara pembacaan ayat seperti itu, kebenaran menjadi hilang karenanya. Dalam Yesaya 2:4, Allah sedang memberikan pengumuman nubuat mengenai masa yang akan datang ketika Ia akan menjadi hakim yang menyelesaikan berbagai perselisihan dan tidak akan ada peperangan lagi. Dalam Roma 15:33, dikatakan bahwa Allah adalah Allah perdamaian. Ia memang begitu.

Tetapi kita juga memiliki ayat-ayat yang menunjukkan sisi keadilan Allah. Dalam Keluaran 15:3 kita lihat Allah adalah seorang Pahlawan Perang. Tetapi konteksnya adalah penghancuran tentara Mesir. Seperti yang kita ketahui, Mesir telah memperbudak bangsa Israel dan Allah menjadi Pahlawan Perang untuk membebaskan bangsa Israel. Dalam Yoel 3:9-10 kita melihat sebuah pernyataan nubuatan karena kitab Yoel jelas-jelas adalah kitab nubuat. Dengan kata lain, akan datang suatu waktu di mana orang harus berperang.

Tidak ada kontradiksi karena Allah adalah Allah yang berperang melawan ketidakbenaran dan juga mencintai perdamaian. Hal ini juga sama dengan yang harus dihadapi setiap orang, barang siapa yang mencintai perdamaian, akan siap berperang jika keadaan menuntut hal itu.

 

 

 

 
 
CARM ison
 
 
CARM.org
Copyright 2014

CONTACT US:
CARM Office number: 208-466-1301
Office hours: M-F; 9-5 pm; Mountain Time
Email: [email protected]
Mailing Address: CARM, PO BOX 1353, Nampa ID 83653