Bolehkah kita memarahi orang: "Jahil!"/"Bebal!"/"Bodoh!"?

  1. Jangan berkata pada orang lain: Jahil!  
    1. (Matius 5:22) - "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala."
  2. Mengatakan orang lain: Bodoh atau Bebal 
    1. (Mazmur 14:1) - "Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik."
    2. (Matius 23:17) - "Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?"

Konteks dari perkataan Yesus dalam Matius 5:22 bahwa kamu tidak boleh menyebut seseorang: Jahil! (berasal dari kata Moros dalam bahasa Yunani yang berarti: bodoh, bebal atau tidak berguna secara moral.) adalah tentang orang yang mengutuk dalam amarah yang tidak benar. Itulah mengapa Yesus menyinggung mengenai kemarahan dalam ayat ini. Ada amarah yang benar dan amarah yang tidak benar. Amarah yang benar adalah yang tidak berdosa seperti terdapat dalam Efesus 4:26 - ("Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: . . ." ), sementara amarah yang tidak benar adalah seperti yang terdapat dalam Yakobus 1:20 (- "sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."). Ketika Allah marah kepada seseorang, Ia selalu benar dalam amarah-Nya. Yesus, sebagai Allah dalam daging (Yohanes1:1,14; 20:28; Kolose 2:9), dapat marah secara benar dan menyatakan kebodohan manusia sebagaimana yang dilakukannya dalam Matius 23:17. Tidak diragukan lagi bahwa Yesus tahu tentang Mazmur 14:1 yang mengatakan, "... Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." . . ." Yesus tidak lupa akan ayat yang terkenal ini dan Allah tidak salah ketika Ia mengatakan seseorang: bodoh, apalagi jika hal itu memang benar.

Jadi, Kristus melarang orang untuk memarahi orang lain: "Bodoh!" dalam kemarahan yang tidak benar, hal ini sama sekali berbeda dengan cap yang diberikan Yesus kepada orang Farisi sebagai orang bodoh, karena Ia tidak marah dengan kemarahan yang tidak benar.

 

 

 

 
 
CARM ison