Bolehkan Saudara membuat patung?

  1. Tidak boleh 
    1. (Keluaran 20:4-5) - "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.  5Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,"
    2. (Imamat 26:1) - "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu."
    3. (Ulangan 5:8) - "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi."
    4. (Ulangan 27:15) - "Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan, suatu kekejian bagi TUHAN, buatan tangan seorang tukang, dan yang mendirikannya dengan tersembunyi. Dan seluruh bangsa itu haruslah menjawab: Amin!"
  2. Harus membuat 
    1. (Keluaran 25:18) - "Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu."
    2. (Keluaran 37:7-8) - "Dibuatnyalah dua kerub dari emas, dari emas tempaan dibuatnya itu, pada kedua ujung tutup pendamaian itu, 8satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu dibuatnya kerub itu pada kedua ujungnya."  Lihat juga, Keluaran 26:1, 31; 36:8; 1 Raja-raja 6:23-35.

Konteks dari perintah Allah "Jangan membuat bagimu patung" adalah sehubungan dengan penyembahan kepada illah palsu. Keluaran 20:4 menyatakan bahwa "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi" diberikan supaya Saudara jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya (20:5). Hal ini ditegaskan kembali dalam Imamat 26:1. Ayat dari kitab Ulangan juga berhubungan dengan konteks yang sama: larangan penyembahan atas illah palsu. Allah tidak mau umat-Nya berlutut dan menyembah illah palsu.

Perintah Allah untuk membuat patung kerub, yang adalah malaikat di sorga, sama sekali tidak mengandung tujuan agar patung-patung tersebut disembah. Melainkan, patung-patung itu menjadi representasi dari dunia sorgawi di mana Allah berada dengan malaikat-malaikat di sekitar tahta-Nya (1 Samuel 3:4; Ibrani 9:5). Kerub-kerub itu ditempatkan di atas Tabut Perjanjian, dalam ruang Maha Kudus di dalam Bait Allah (2 Tawarikh 3:10). Di sana, patung- patung itu tidak akan menjadi objek sesembahan karena benda-benda itu bukan milik publik yang lama-lama menjadi sesuatu yang akrab bagi orang-orang awam dan kemudian beresiko jatuh menyembahnya.

 

 

 

 
 
CARM ison
 
 
CARM.org
Copyright 2014

CONTACT US:
CARM Office number: 208-466-1301
Office hours: M-F; 9-5 pm; Mountain Time
Email: [email protected]
Mailing Address: CARM, PO BOX 1353, Nampa ID 83653