Hanya perawan yang dibiarkan hidup di antara orang Midian

  • (Bilangan 31:17-18) - "Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. 18Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu."

Orang-orang Midian adalah keturuan Abraham dan Ketura (Kejadian 25:1). Mereka tinggal di tanah Moab dan mereka tampaknya terlibat dalam upaya membujuk orang Israel untuk memuja illah palsu. Karena orang Israel telah jatuh dalam dosa penyembahan berhala dengan cara ini, Allah menyuruh Musa membunuh semua orang yang telah tunduk menyembah illah palsu di tanah itu.

"Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. 2Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu. 3Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel; 4lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel."  5Lalu berkatalah Musa kepada hakim-hakim Israel: "Baiklah masing-masing kamu membunuh orang-orangnya yang telah berpasangan dengan Baal-Peor."

Allah selanjutnya menyuruh orang Israel untuk bertindak keras terhadap orang Midian:  "Lawanlah orang Midian itu, dan tewaskanlah mereka, 18sebab mereka telah melawan kamu dengan daya upaya yang dirancang mereka terhadap kamu dalam hal Peor dan dalam hal Kozbi, saudara mereka, yakni anak perempuan seorang pemimpin Midian; Kozbi itu mati terbunuh pada waktu turunnya tulah karena Peor itu." (Bilangan 25:18).

Belakangan, ketika Musa bertemu dengan tentara Israel yang kembali dari peperangan di Midian, ia menjadi marah karena melihat bahwa masih ada orang-orang yang selamat dari antara orang Midian. "Wanita-wanita ini haruslah dihukum mati karena merekalah yang telah secara langsung menyebabkan banga Israel jatuh dalam dosa penyembahan Baal-Peor. Semua wanita kecuali yang perawan dihukum mati termasuk anak-anak lelaki. Ini akan menjamin dimusnahkannya bangsa Midian dan mencegah mereka kembali membujuk bangsa Israel untuk jatuh dalam dosa... Kaum perawan dibiarkan karena mereka jelas-jelas tidak terlibat dalam menggoda bangsa Israel untuk jatuh dalam dosa dan mereka tidak dapat menghasilkan keturunan Midian tanpa lelaki Midian.1

Beberapa orang mungkin keberatan jika bangsa Israel lalu mengawini perawan-perawan itu, yang merupakan anak-anak dari orang-orang yang telah mereka bunuh. Mungkin hal ini sangat mengerikan bagi para perawan itu. Tetapi, mereka telah dibiarkan hidup. Lagipula, dalam kebudayaan di masa itu, peperangan dan penjarahan merupakan hal yang wajib. Realita bahwa mereka kemudian mengambil wanita-wanita jarahan sebagai istri memang tidak enak tetapi itu merupakan hal yang nyata.

Mengapa Allah sekeras itu terhadap mereka yang menyembah berhala?

Kita harus memahamai bahwa Allah bertindak sangat keras karena hanya melalui bangsa Israellah sang Mesias akan datang. Setan, dalam upayanya untuk melawan Allah, selalu berupaya untuk menjebak umat Allah agar jatuh dalam penyembahan yang palsu dan melalui kawin campur dengan masyarakat lain, menghancurkan garis Mesianik dan tidak saja membuat janji Allah menjadi janji yang kosong tetapi juga menghancurkan sarana bagi kelahiran Mesias. Jika hal ini sampai terjadi, maka tak seorangpun yang akan memiliki harapan pengampunan dosa. Karenanya, kita dapat melihat bahwa dalam Perjanjian Lama Allah harus keras dan ketat sesuai dengan Hukum-Nya.

  • 1. "The Midianite women, he said, should have died because they were directly culpable in Israel's sin at Baal of Peor. All the women except the virgins were then sentenced to death along with all the boys.  This insured the extermination of the Midianites and thus prevented them from ever again seducing Israel to sin....The virgins were spared because they obviously had had no role in the Baal of Peor incident nor could they by themselves perpetuate the Midianite peoples." John F. Walvoord, The Bible Knowledge Commentary : An Exposition of the Scriptures, Nu 31:13 (Wheaton, IL: Victor Books, 1983-c1985).

 

 

 

 
 
CARM ison