Pendahuluan mengenai Kesulitan Alkitab

Memang ada bagian-bagian Alkitab yang sulit dipahami atau bagian-bagian Alkitab yang kelihatannya berkontradiksi.  Para penentang Kekristenan seringkali memakainya dalam upaya mereka mendiskreditkan Kekristenan.  Ada kalanya serangan ini melemahkan iman orang-orang Kristen yang tidak mengerti atau tidak mempunyai sumber daya yang dapat dipakai untuk menghadapi serangan ini.

Para penentang Kekristenan akan mengutip bagian-bagian yang mereka anggap sebagai kontradiksi atau kesulitan dengan membandingkan satu ayat dengan ayat yang lain yang kelihatannya tidak saling cocok. Dengan melakukan ini, beberapa ayat seringkali dianggap sebagai bekontradiksi atau bermasalah.  Karenanya, guna membuat bagian ini gampang dipakai, CARM menyusunnya menurut ayat agar mudah dicari.  Berhubung banyak "kesulitan" yang sama berasal dari/ berhubungan dengan beberapa ayat yang berbeda-beda, saya telah mendaftarkan secara detil semua ayat-ayat yang memiliki jawaban yang sama. Ini menyebabkan daftar yang ada tampak lebih panjang dari jumlah kesulitan yang sebenarnya. Sebagai contoh, Kejadian 6:19-20 mengatakan dua sementara Kejadian 6:19-20 menyebutkan tujuh. Maka, kedua ayat tersebut saya daftarkan dalam daftar dan keduanya dihubungkan ke jawaban yang sama

Yang original-lah yang diinsiprasikan, bukan kopiannya.

Hal yang seringkali tidak diketahui oleh orang Kristen adalah bahwa hanya otograf (tulisan asli/ original) lah  yang diinspirasikan, bukan kopiannya. Otograf (Inggrisnya: Autograph) adalah tulisan asli, dokumen asli yang ditulis oleh para penulis Alkitab. Kopiannya adalah salinan dari dokumen asli yang diinspirasikan.  Kopian ini bukanlah yang secara langsung "diinspirasikan"; sehingga, tidak ada jaminan bahwa kopian ini bisa 100% murni secara tekstual (sama persis dengan aslinya).  Tetapi jangan takut, manuskrip Alkitab (dokumen Alkitab) yang ada adalah 98.5% murni secara tekstual (sama dengan aslinya) dan hanya bagian kecilnya saja dari isinya yang dipertanyakan, karena pengulangan fakta, petunjuk, dan informasi yang sama dapat ditemukan dalam bagian Alkitab yang lain.  Bagaimana pun, setelah melewati berbagai metode pengkopian selama bertahun-tahun, berbagai masalah tekstual telah muncul. Berikut ini adalah daftar dari tipe kekeliruan yang telah terjadi selama pengkopian berlangsung. Saya memakai Bahasa Inggris sebagai contoh, daripada memakai bahasa asli Alkitab sebagai contoh.

  • Ditografi (Dittography) - Menulis dua kali apa yang seharusnya ditulis satu kali saja.

    • Contoh yang baik adalah tulisan "latter" padahal seharusnya "later."  "Latter" berarti bagian akhir/ yang terakhir. "Later" berarti setelah sesuatu yang lain.

  • Fisi (Fission) - Secara tidak benar membagi satu kata menjadi dua.

    • Contoh:  "nowhere" menjadi "now here." Nowhere artinya tidak ada di mana pun sementara Now here berarti ada di sini sekarang ini.

  • Fusi (Fusion) - Mengkombinasikan huruf terakhir dari suatu kata dengan huruf pertama pada kata berikutnya.

    • Contoh: "Look it is there in the cabinet..."  menjadi "Look it is therein the cabinet." There in = di sana di bagian dalam. Therein = disitulah.

  • Haplografi (Haplography) - Menuliskan suatu huruf satu kali padahal seharusnya dua kali.

    • Contoh yang baik adalah "later" padahal seharusnya "latter."  "Later" berarti setelah sesuatu yang lain.  "Latter" berarti bagian akhir/ yang terakhir.

  • Homofoni (Homophony) - Menuliskan suatu kata yang berbeda artinya dari kata yang seharusnya karena kedua kata tersebut berbunyi sama.

    • Contohnya "Meat" dan "meet" yang memiliki bunyi yang sama tetapi memiliki arti yang berbeda (Meat= daging, meet= bertemu).  Contoh lain "there" dan "their".

  • Metatesis (Metathesis) - Pertukaran urutan huruf dalam satu kata.

    • "mast," ditulis sebagai "mats," contoh lain: "cast" ditulis "cats."


Apakah ini lalu berarti bahwa Alkitab yang saat ini kita miliki bukan merupakan dokumen yang diinspirasikan oleh Allah? Tidak sama sekali. Inspirasi datangnya dari Allah dan ketika Ia menginsipirasikan Alkitab, Alkitab itu sempurna adanya. Kopian (salinan) yang kita miliki dari dokumen yang asli tidaklah sempurna, tetapi sangat mendekati sempurna.   Para pengkritik seringkali mengasumsikan bahwa salinan dari Alkitab pun haruslah sempurna.  Tetapi ketika saya menunjukkan bahwa Allah tidak pernah mengatakan bahwa salinan dari Alkitab akan juga sesempurna aslinya, mereka akan bertanya bagaimana kita bisa mempercayai Alkitab yang ada sekarang ini?  Sederhana saja, keandalan Alkitab ditunjang oleh fakta-fakta dan informasi yang berlimpah-limpah. Lagi pula kesalahan yang dibuat oleh para penyalin Alkitab tidak memiliki dampak sama sekali terhadap doktrin Kekristenan.

Jika dibandingkan dengan dokumen-dokumen kuno lainnya, Perjanjian baru, misalnya, memiliki bukti tekstual yang jauh lebih baik (salinan yang dibuat mendekati masa penulisan asli yang masih ada saat ini yang mendukung keakuratannya dan keasliannya) daripada tulisan kuno lainnya. Perhatikanlah daftar di bawah ini.

 

 

 

 
 
CARM ison