Pertanyaan-Pertanyaan dan Keberatan-Keberatan Bagian 1

Bagian 2 Bagian 3 Bagian 4

  1. Saya bukanlah orang bedosa.
    1. Apakah Saudara merasa bahwa diri Saudara sudah sempurna? Jika benar demikian, maka Saudara adalah orang sempurna pertama yang pernah saya temui.
    2. Apakah Saudara yakin bahwa Saudara tidak pernah melanggar Hukum Allah? Pernahkan Saudara berbohong, berbuat curang, atau mencuri? Jika pernah, maka Saudara adalah seorang pendosa sekalipun Saudara tidak menganggapnya demikian. Hukum Allah mengandung hukuman (suatu hukum tanpa hukuman hanyalah akan menjadi sekedar slogan belaka). Sebagai seorang yang berdosa, Saudara telah terpisah dari Allah (Yesaya 59:2). Bagaimanapun, Allah begitu mengasihi Saudara sehingga Ia tidak menginginkan Saudara terpisah dari-Nya. Ia mengirimkan Yesus (1 Yohanes 4:10) untuk membayar akibat/ upah dosa-dosa manusia di atas kayu salib. Jadi, satu-satunya jalan supaya dosa-dosa Saudara dapat diampuni adalah dengan menaruh kepercayaan Saudara kepada Yesus dan kepada pengorbanan yang telah Ia lakukan.
    3. Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berdosa (Roma 5:12). Artinya Saudara juga telah berdosa.
  2. Apa itu dosa? 
    1. Dosa adalah melakukan apa yang salah atau tidak melakukan apa yang benar. Dosa adalah pelanggaran terhadap Hukum Allah (1 Yohanes 3:4). Dengan kata lain, dosa adalah melakukan apa yang berlawanan dengan kehendak Allah. Jika Ia mengatakan "Jangan berdusta" tetapi Saudara bedusta, maka Saudara sudah berdosa. Jika Ia melarang pencurian tetapi Saudara mencuri, maka Saudara telah berdosa. Dan, menurut Allah, dosa memisahkan Saudara dari Dia (Yesaya 59:2).
    2. Dosa adalah pertentangan terhadap karakter Allah. Karena Allah tidak dapat berbohong, maka berbohong itu salah. Karena Allah tidak dapat mencuri, maka mencuri adalah salah. Yang dimaksud dengan benar atau salah adalah manifestasi dari karakter Allah. Allah itu kudus; Ia tidak dapat bedosa. Dosa Saudara menyerang Dia secara personal karena yang Saudara langgar adalah hukum-Nya mengenai yang baik dan yang salah. Jika Saudara telah menyerang Dia maka Saudara harus mencari jalan supaya dapat membatalkan efek serangan Saudara terhadap Dia. Masalahnya adalah Saudara tidak mungkin bisa, tetapi Ia bisa dan telah melakukan-Nya, yaitu dengan menyediakan anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, sebagai korban penebusan dosa di atas kayu salib.
  3. Dosa saya sudah terlalu besar. 
    1. Tidak ada orang yang dosanya terlalu besar. Kasih Allah dan pengorbanan Yesus mampu untuk menghapus dosa yang paling buruk sekalipun. Bahkan, Hitler dapat diselamatkan jika ia telah bertobat kepada Kristus. Saudara telah berdosa seperti halnya orang-orang lainnya. Dosa-dosa itu tidaklah terlalu besar bagi Allah, Allah sanggup menghapuskannya. Dosa tidak lebih kuat dari Allah, ia hanya lebih kuat dari Saudara.
    2. Ijinkan saya bertanya sesuatu kepada Saudara. Apakah menurut Saudara pembunuhan dan zinah adalah dosa yang serius? Benar? Daud, seorang manusia yang dicatat oleh Alkitab sebagai orang yang dipanggil oleh Allah "orang yang bekenan di hati-Nya" (Kisah Para Rasul 13:22), adalah juga seorang mantan pembunuh dan penzinah. Ia bahkan berusaha untuk menyembunyikan dosanya dari orang-orang. Tetapi Allah tahu mengenai dosa-dosanya dan mengungkapkan dosa-dosanya itu. Daud bertobat dan memohon belas kasihan Allah. Allah mengampuni dia dan mengasihi dia. Allah mengasihi Saudara juga dan Ia akan mengampuni Saudara jika Saudara mau percaya kepada Yesus dan meminta Dia mengampuni dosa-dosamu. (Roma 10:9-10).
  4. Apa itu keselamatan? 
    1. Keselamatan adalah pengampunan atas dosa-dosa. Hal ini hanya dapat terjadi melalui iman kepada Yesus sebagai Juru selamat. Ia mati di atas kayu salib untuk mengampuni dosa-dosa kita. Jika Saudara ingin diselamatkan, Saudara harus pecaya kepada apa yang telah dikerjakan oleh Yesus di atas kayu salib. Setelah itu barulah Saudara dapat memiliki hidup yang kekal dan hidup besama dengan Allah.
    2. Keselamatan adalah tindakan menyelamatkan seseorang dari kutukan (hukuman). Kutukan adalah putusan yang adil terhadap pendosa. Putusan ini merupakan keputusan Allah yang berupa penghukuman abadi di neraka. Ini adalah nasib dari siapa pun yang menolak kemurahan pengampunan Allah. Jika Saudara ingin memiliki keselamatan, maka Saudara harus mengakui bahwa Saudara adalah seorang pendosa dan meminta Yesus untuk mengampuni dirimu. Ia mau mengampuni Saudara.
  5. Apa yang harus saya lakukan agar dapat diselamatkan? 
    1. Keselamatan adalah anugerah cuma-cuma dari Allah (Roma 6:23). Yesus telah menanggung dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib (1 Petrus 2:24) dan membayar hukuman atas pelanggaran kita terhadap Hukum Allah, hukuman itu sedianya adalah berupa kematian rohani (keterpisahan abadi dari Allah).  Jika Saudara ingin diselamatkan, Saudara harus mengakui bahwa Saudara adalah seorang pendosa dan Saudara mengakui bahwa Saudara ingin supaya Yesus mengampuni dosa-dosa Saudara. Saudara harus mengakui bahwa tidak ada sama sekali hal yang dapat Saudara lakukan untuk memperoleh pengampunan. Berdoalah dan mintalah Dia untuk mengampuni Saudara. Saudara harus percaya kepada Yesus. Carilah Dia; Ia akan menyelamatkan Saudara.
    2. Pertobatan adalah bagian dari keselamatan. Begitu diselamatkan, Saudara harus menghentikan hal-hal yang tidak menyenangkan Allah yang sering Saudara lakukan dahulu. Ia akan tinggal di dalam Saudara dan memberi Saudara kemampuan dan kegairahan untuk menolak/ melawan dosa (1 Korintus 10:13). Begitu Saudara diselamatkan, berubahlah -- menjadi lebih baik.
  6. Apakah baptisan harus dilakukan untuk memperoleh keselamatan? 
    1. Tidak. Iman kepada Yesus saja sudah cukup untuk memperoleh keselamatan. Saudara tidak perlu melakukan apa pun lagi. Kristus telah melakukannya untuk Saudara. Bagaimanapun, baptisan sangat penting dan semua orang yang telah percaya semestinya dibaptis. Jika Saudara menolak untuk dibaptis setelah memperoleh keselamatan, saya akan meragukan pertobatan Saudara.
    2. Ada beberapa denominasi Kristen yang percaya bahwa baptisan itu harus dilakukan untuk memperoleh keselamatan. Argumentasi yang diajukan untuk mendukung ide ini, pada permukaannya, tampaknya sangat kuat. Tetapi, setelah pengkajian yang lebih dalam akan ketahuan bahwa baptisan itu ternyata dilakukan setelah terjadinya pertobatan dan Alkitab sama sekali tidak mencatat bahwa baptisan merupakan penyebab pertobatan maupun menjadi bagian dari pertobatan itu sendiri. Contohnya: Kisah Para Rasul 10:44-47. Selagi Petrus sedang bersaksi, Roh Kudus turun ke atas mereka yang sedang mendengarkan... dan mereka kemudian mulai berkata-kata dalam bahasa Roh dan memuliakan Tuhan. Lalu Petrus berkata, "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" 
      1. Ayat di atas menunjukkan bahwa baptisan itu dilakukan setelah keselamatan. Bagaimana kita bisa tahu bahwa mereka sudah diselamatkan? Mereka berkata-kata dalam bahasa Roh -- yang adalah salah satu anugerah dari Allah (1 Korintus 14) kepada orang-orang percaya dan mereka memuliakan Allah. Orang yang belum percaya tidak dapat memuliakan Allah. Lagipula Petrus telah mengatakan bahwa mereka telah menerima Roh Kudus. Roh Kudus hanya diperuntukkan bagi orang Kristen dan itu terjadi sebelum mereka dibaptis. (Catatan: berbicara dalam bahasa Roh hanyalah salah satu tanda keselamatan. Orang Kristen tidak harus bisa berbahasa Roh sebagai tanda bahwa ia telah diselamatkan. Tidak semua orang Kristen bisa berbicara dalam bahasa Roh (1 Korintus 12:30).
      2. Rangkaian ayat lain yang berkenaan dengan masalah ini adalah 1 Korintus 1:17. Paulus berkata, "Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil..." Injillah yang menyelamatkan kita sebagaimana yang diterangkan dalam 1 Korintus 15:1-4. Baptisan bukanlah bagian dari Injil; Baptisan adalah sesuatu yang dilakukan oleh orang percaya setelah mereka memperoleh keselamatan.
    3. Baptisan hanyalah sebuah simbol dari penyelamatan kita dan simbol tidak menyelamatkan.
  7. Saya sudah cukup baik. 
    1. Harus sebaik apakah Saudara supaya bisa masuk sorga? Allah itu kudus dan menuntut kekudusan. Kekudusan adalah kemurnian. Meskipun Saudara merasa sudah cukup baik, tetapi jika Saudara pernah melakukan satu dosa saja maka dosa itu akan membatalkan kesempatan Saudara untuk berada dalam hadirat Allah. Saudara tidak mungkin bisa menjadi cukup baik. Itulah sebabnya mengapa Saudara butuh Yesus.
    2. Alkitab berkata bahwa tidak ada manusia yang cukup baik. "Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (Roma 3:12). Kebaikan itu harus diukur dengan standard Allah bukan standard Saudara.
    3. Jika memang Saudara sudah cukup baik berarti Kristus tidak perlu mati. Kenyatannya Ia telah mati untuk orang-orang berdosa. Alkitab mengatakan bahwa jikalau kebenaran (dibenarkan di hadapan Allah) dapat datang dari perbuatan baik maka Yesus tidak perlu mati (Galatia 2:21), tetapi Dia mati, jadi, menjadi baik saja tidak cukup.

 

 

 

 
 
CARM ison
 
 
CARM.org
Copyright 2014

CONTACT US:
CARM Office number: 208-466-1301
Office hours: M-F; 9-5 pm; Mountain Time
Email: [email protected]
Mailing Address: CARM, PO BOX 1353, Nampa ID 83653