Pertanyaan-Pertanyaan dan Keberatan-Keberatan Bagian 2

Bagian 1 Bagian 3 Bagian 4

  1. Saya telah berbuat sebaik mungkin dan saya adalah orang yang tulus.
    1. Meskipun Saudara nanti bisa melakukan hal yang jauh lebih baik daripada yang dapat Saudara lakukan saat ini, namun di mata Allah, apa yang Saudara perbuat masih tidak cukup baik,  karenanya Saudara tidak mungkin sanggup menyenangkan hati Allah dengan hanya berbuat baik (Galatia 2:21), melainkan hanya dengan menerima Yesus sajalah Saudara baru bisa menyenangkan hati Allah (Yohanes 1:12).
    2. Ketulusan hati bukanlah jalan menuju surga. Bagaimana jika Saudara telah secara tulus melakukan suatu kesalahan? (Ingat Yohanes 14:6?)
    3. Jika Saudara mengandalkan ketulusan hati Saudara, maka Saudara telah menganggap bahwa: karena Saudara seorang yang tulus hati, maka Saudara telah menjadi cukup baik dalam usaha Saudara sendiri untuk bisa berada dalam hadirat Allah. Tidakkah Saudara melihat, bahwa bersandar pada ketulusan hati itu telah berubah menjadi bersandar pada kesombongan? Karena Saudara mengandalkan sesuatu yang Saudara miliki dan bukan kepada Allah untuk dapat pergi ke sorga. Maaf, ketulusan hati saja tidak cukup. Saudara harus mempunyai iman, yaitu iman kepada Yesus.
    4. Telah berapa lama Saudara berusaha dalam berbuat sebaik mungkin? Apakah selalu berhasil sejauh ini? Apakah usaha Saudara itu telah memberikan Saudara hidup yang kekal?
  2. Saya adalah seorang yang skeptis. 
    1. Apakah Saudara jujur dalam mencari jawaban? Jika Saudara jujur, saya akan sangat gembira untuk berbicara lebih jauh dengan Saudara mengenai Yesus, Alkitab, atau apa pun yang hendak Saudara bicarakan.
    2. Dalam hal apakah Saudara bersikap skeptis? Mungkin kita dapat membicarakan hal-hal yang telah menyulitkan Saudara untuk memperoleh pengetahuan yang menyelamatkan mengenai Yesus.
  3. Saya dulu sudah pernah sekali mencoba untuk menjadi orang Kristen. 
    1. Alkitab berkata bahwa sekali Saudara telah diselamatkan, Saudara tidak akan sama seperti yang dulu lagi, Saudara telah menjadi makhluk cipataan yang baru (2 Korintus 5:17). Jika Saudara kembali lagi ke jalan atau kelakuan Saudara yang dulu, maka kemungkinan besar Saudara belumlah diselamatkan. Jika memang Saudara dulu telah  diselamatkan, maka Allah tidak akan membiarkan Saudara memberontak terlalu lama. Ia akan menjangkau Saudara dengan cara apa pun yang dipandang-Nya perlu untuk membawa Saudara kembali ke dalam persekutuan dengan-Nya.
    2. Apakah Saudara dulu menjadi orang Kristen dengan hanya pergi ke gereja atau dengan meminta Yesus untuk mengampuni dosa? Jika Saudara pernah menjadi orang Kristen dengan meminta Yesus mengampuni dosamu, maka Saudara telah menjadi orang Kristen, tetapi jika hanya pergi ke gereja saja, maka Saudara belumlah bisa disebut sebagai orang Kristen.
  4. Saya pernah mengenal beberap orang Kristen dan mereka jahat terhadap saya. 
    1. Orang Kristen bukanlah manusia sempurna. Mereka tetap bisa berbuat salah sebagaimana dengan yang lain. Saya harap hati Saudara bersedia memaafkan mereka. Saya kira mereka pun bersedia mengampuni Saudara jika Saudara dulu juga pernah menjahati mereka.
    2. Mungkin mereka tidak tahu bahwa mereka telah bersalah kepada Saudara. Apakah kesalahan mereka terhadap Saudara itu merupakan kesalahan yang sangat buruk atau hanya sepele saja? Apakah Saudara pernah menemui mereka dan berbicara kepada mereka mengenai hal itu? Mungkin begitu Saudara mulai belajar memaafkan mereka. Saudara akan mulai mengerti bagaimana Allah telah mengampuni Saudara. Kita semua butuh pengampunan, bukan begitu?
  5. Untung-untungan sajalah. 
    1. Dengan apa? Kekekalan? Keabadian itu terlalu lama untuk dipertaruhkan dengan kekeliruan konyol (Eternity is a long time to be wrong). Mengapa Saudara berani bertaruh dengan sesuatu yang sepenting nasib keabadianmu? Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk percaya kepada Yesus bagi keselamatanmu. Jika Saudara tidak mau percaya, Saudara akan berakhir dalam kesakitan dan penyesalan abadi.
    2. Saudara tentu tidak akan bermain untung-untungan dengan sepucuk senjata, bukan? Saudara juga tidak akan bermain untung-untungan dengan menerobos lampu merah, bukan? Mengapa pula Saudara bersikap untung-untungan dengan hal yang lebih penting dari kedua hal di atas? Jangan bertaruh dengan keabadian. Sungguh tidak layak (nggak "worth it").
    3. Yesus bekata bahwa Dia adalah satu-satunya jalan menuju Allah. Ia mengampuni dosa-dosa, berjalan di atas air, menenangkan badai dengan satu kali perintah, membangkitkan orang yang telah mati, bangkit sendiri dari kematian-Nya. Tidak ada orang lain dalam sejarah yang pernah melakukan hal-hal tersebut. Jika Dia sanggup melakukan berbagai hal ajaib itu, apakah Saudara tidak merasa perlu untuk mendengarkan Dia?
  6. Saya tidak jahat-jahat amat. 
    1. Apakah Saudara merasa bahwa Saudara orang baik atau buruk bukanlah pokok permasalahan yang sesungguhnya. Alkitab berkata bahwa semua orang telah berbuat dosa (Roma 3:23). Jika semua orang telah berdosa maka semua orang tetap harus menghadapi penghukuman Allah meskipun orang tersebut merasa dirinya baik-baik saja. Allah tidak menuntut supaya manusia berusaha menjadi orang yang baik; Ia menuntut manusia untuk sempurna tidak berdosa sama sekali. Tetapi Ia tahu bahwa Saudara tidak mungkin bisa sempurna tanpa dosa sama sekali. Itulah mengapa  Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).
    2. Alkitab berkata bahwa perbuatan baik kita itu serupa kain kotor di hadapan Allah (Yesaya 64:6). Ayat ini tidaklah mengatakan bahwa kita tidak boleh berusaha menjadi orang yang baik, tetapi mengatakan bahwa kebaikan apa pun yang kita lakukan, tak ada yang sungguh-sungguh cukup baik di mata Allah (Roma 3:12). Standard yang Allah tuntut adalah kesempurnaan. Kita tidak mungkin  sanggup menyenangkan hati Allah dengan usaha kita sendiri. Itulah mengapa Yesus harus mati guna menebus orang-orang berdosa. Jika Saudara ingin menjadi orang yang baik, maka Saudara harus membiarkan Allah melihat Saudara melalui kebaikan Yesus Kristus. Hanya itulah (kebaikan Kristus) yang ada artinya di hadapan Allah.
  7. Saya sudah terlalu tua atau masih terlalu muda. 
    1. Tidak ada kata terlalu tua untuk percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat. Selama Saudara masih hidup, Saudara masih dapat memohon kepada Dia untuk mengampuni dosa-dosa Saudara. Ia hanya sejauh seruan dari lubuk hati Saudara.
    2. (Harus diakui bahwa mungkin ada orang yang terlalu muda/ kecil untuk mengerti pesan Injil, tetapi di sini kita akan membahas jawaban terhadap mereka yang hanya memakai kata "terlalu muda" sebagai alasan penolakan semata.) Masa muda adalah berkat dari Allah. Janganlah Saudara menggunakannya sebagai alasan untuk menjauh dari-Nya. Jika Saudara dapat memahami apa itu dosa dan kebutuhan Saudara akan pelepasan darinya, maka Saudara tidak akan merasa terlalu muda untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamatmu. Ia menyelamatkan siapa saja, tua maupun muda.
  8. Saya tidak dapat mempercayai Allah yang tega mengirim orang ke neraka. 
    1. Neraka pada awalnya diciptakan untuk Setan dan malaikat-malaikatnya. Di masa yang akan datang, neraka juga akan dihuni oleh siapa saja yang telah ikut serta dengan setan dan menolak Allah. Jika Saudara menolak syarat yang telah Allah tetapkan untuk memperoleh pengampunan atas dosa-dosa Saudara, maka Saudara telah bersekutu dengan setan yang sejak semula memang menolak Allah. Apakah itu yang Saudara kehendaki?
    2. Dapatkah Saudara mempercayai Tuhan yang telah bersedia menjadi manusia, menderita di tangan manusia, dan bahkan dibunuh oleh manusia, hanya semata-mata supaya melalui kematian-Nya dosa-dosa manusia dapat ditebus? Bukankah Allah seperti itu sungguh-sungguh Allah yang sangat penuh belas kasihan. Allah mau menyelamatkan orang-orang yang sudah sepantasnya pergi ke neraka. Ingatlah bahwa Allah yang mengirim orang-orang berdosa ke neraka adalah juga Allah yang telah mati bagi mereka. Jika mereka kemudian masih juga menolak apa yang telah Allah tetapkan untuk keselamatan mereka, apa lagi yang harus Allah lakukan? Ia harus menghukum mereka.
    3. Saudara percaya atau tidak terhadap sesuatu hal tidaklah merubah fakta mengenai keberadaan hal tersebut. Yesus sering berbicara mengenai neraka (Matius 25:41-46; Markus 9:47-48; Lukas 16:19-31) dan memperingatkan kita agar tidak pergi ke sana. Apakah Saudara bermaksud mengatakan bahwa Yesus tidak mengerti apa yang dibicarakan-Nya itu?
    4. Apakah Saudara bermaksud mengatakan bahwa tidak adil jika Allah mengirim orang-orang ke neraka? Jika demikian, berarti Saudara menuduh bahwa Allah tidak adil. Dosa itu salah dan sudah selayaknya dihukum. Menurut Saudara tindakan apa yang semestinya Allah lakukan terhadap mereka yang melawan Dia dan berbuat kejahatan? Apakah Saudara menyarankan supaya Allah melakukan kesalahan dengan membiarkan saja hal itu terjadi? Apakah Saudara menginginkan Dia berpaling muka dan menjadi tidak suci serta benar?
  9. Saya akan memikirkan hal itu di kehidupan saya yang berikutnya saja. 
    1. Saudara pasti akan melakukannya, dalam keabadian setelah kematian. Keabadian itu terlalu panjang untuk dipertaruhkan dengan berbuat kesalahan, terutama menyangkut kebenaran Yesus.
    2. Allah telah memperingatkan kita dalam Alkitab bahwa manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi (Ibrani 9:27). Setelah Saudara mati Saudara akan dihakimi. Apakah Saudara mau menghadapi keabadian tanpa penebusan dari Yesus Kristus sehingga kebenaran-Nya diperhitungkan sebagai kebenaran Saudara? Allah membenci dosa dan Saudara telah berdosa. Allah akan menghukum orang-orang yang berdosa jika mereka menolak Yesus. Tetapi, Ia sangat mengasihi Saudara. Itulah mengapa Ia mengirimkan anak-Nya untuk mati guna menebus dosa-dosa kita. Jika Saudara menginginkan hidup abadi, maka Saudara harus mulai mencemaskannya sekarang juga. Keabadian itu terlalu panjang untuk dipertaruhkan dengan berbuat kesalahan, terutama menyangkut kebenaran Yesus.
    3. Tidak ada kehidupan yang berikutnya. Reinkarnasi itu tidak benar. Alkitab mengatakan setelah Saudara mati maka Saudara akan menghadap Allah (Ibrani 9:27).
  10. Saya tidak mau meninggalkan apa yang telah menjadi kesukaan saya. 
    1. Apakah Saudara mengatakan bahwa, jika Saudara menjadi orang Kristen maka Saudara harus menghentikan apa yang selama ini Saudara suka lakukan. Itu berarti Saudara tahu bahwa hal tersebut adalah salah. Ijinkan saya bertanya kepada Saudara. Mungkinkah pada saat Saudara menjadi orang Kristen dan Allah kemudian tinggal di dalam hati Saudara, lalu kemudian Saudara mengenang kembali kehidupan Saudara yang sekarang ini, lalu Saudara akan berkata," Ah, saya telah melakukan banyak perbuatan yang seharusnya tidak saya lakukan dulu."? Sangat mungkin. Alkitab mengatakan hal yang seperti itu. Dalam Roma 6:21 dikatakan, "Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian."  Apa yang Saudara tadi katakan adalah berarti bahwa Saudara tahu Allah akan meminta Saudara meninggalkan hal-hal tertentu yang saat ini sangat Saudara sukai. Karena Allah itu baik dan benar, dan Saudara tidak mau meninggalkan apa yang Saudara suka lakukan demi percaya kepada-Nya, berarti Saudara mengatakan bahwa Saudara suka melakukan hal-hal yang salah.
    2. Apakah Saudara akan membiarkan kesenanganmu menghalangi keselamatanmu? Apakah kehidupan dosamu lebih bernilai dari penderitaan abadi? Yesus pernah berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. (Markus 8:36).

 

 

 

 
 
CARM ison