Seorang budak adalah harta milik

(Keluaran 21:20-21) - "Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan. 21Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri."

Allah mengijinkan perbudakan terjadi baik dalam masa Perjanjian Lama maupun Baru. Tetapi hal ini tidaklah berarti bahwa perbudakan adalah sistem yang disetujui atau ditetapkan oleh Allah. Perbudakan adalah hasil kebudayaan manusia yang telah jatuh dalam dosa, bukan dari Allah. Tetapi, Allah mengijinkan hal ini terjadi sebagaimana Ia mengijinkan berbagai hal lain yang tidak Ia setujui terjadi, misalnya: pembunuhan, penipuan, pemerkosaa, pencurian, dll.

Allah tetap bekerja di dalam sistem dari manusia yang telah jatuh dalam dosa dan memberikan suatu kelonggaran bagi kebebasan dan kekeliruan manusia dalam sistemnya sendiri. Kita dapat melihat hal ini, misalnya dalam perkataan Yesus bahwa Allah mengijinkan perceraian karena kekerasan hati manusia (Matius 19:8). Faktanya ialah, manusia adalah orang-orang yang berdosa dan selalu melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah. Tetapi, meskipun manusia telah melakukan pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, pencurian, Allah masih memakai orang-orang yang melakukan dosa-dosa ini dalam mewujudkan kehendak-Nya yang kekal. Musa membunuh seorang Mesir tetapi ia dan peristiwa itu dipakai Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Daud berzinah tetapi tetap dijanjikan bahwa Mesias akan diturunkan dari benihnya. Ini adalah bukti bahwa meskipun Allah menginginkan agar orang-orang tidak terus melakukan kejahatan mereka tetapi Ia tetap memberikan mereka kebebasan, dan memakai sistem yang dikembangkan manusia itu berikut manusianya untuk mencapai tujuan-Nya.

Dalam kasus seorang budak dianggap sebagai harta milik, hal ini memang keadaan riil pada masa itu. Seperti yang saya katakan tadi, Allah tetap bekerja di dalam sistem yang dikembangkan oleh orang-orang yang telah jatuh dalam dosa dan menentukan batas-batas dan aturan main mengenai perlakuan atas budak-budak tersebut.

 

 

 

 
 
CARM ison