Pertanyaan-Pertanyaan dan Keberatan-Keberatan Bagian 3

Bagian 1 Bagian 2 Bagian 4

  1. Kekristenan itu membosankan.
    1. Berarti Saudara belum pernah menjalani kehidupan Kekristenan. Tidak ada orang Kristen sejati yang mengatakan bahwa kehidupan Kekristenan itu membosankan.
    2. Dari mana Saudara tahu? Apakah Saudara pernah mencobanya? Ada jutaan orang Kristen yang telah mengalami berbagai suka cita dengan menjalani hidup Kekristenan. Kami menjalani hidup dengan lebih sedikit dosa, sehingga lebih sedikit masalah. Mungkin Saudara tidak merasa bosan karena Saudara terus menerus menghadapi berbagai masalah.
    3. Memangnya Saudara kira kami ngapain sepanjang hari, duduk di depan api pendiangan dan membaca Alkitab terus menerus? Kami juga pergi ber-ski, berenang, berolah raga, membaca, memiliki banyak teman dan masalah seperti orang lain. Kekristenan tidaklah membosankan. Kekristenan adalah sebuah petualangan.
  2. Saya adalah seorang atheis. Saya tidak percaya kepada Allah. 
    1. Seorang Atheis dapat didefinisikan dalam dua pengertian:  yang pertama adalah orang yang mengatakan bahwa ia percaya bahwa Allah itu tidak ada dan yang kedua adalah orang yang tidak percaya pada Allah.  Seorang Atheis tidak bisa mengatakan bahwa ia tahu bahwa Allah itu tidak ada sebab hal itu berarti dia telah tahu segala-galanya sehingga ia bisa pasti mengatakan bahwa Allah itu tidak ada.   Jika ia mengatakan bahwa ia tidak percaya bahwa Allah itu ada maka anda bisa menanyakan mengapa ia bisa percaya hal seperti itu dan mulailah dari sana.  Jika ia mengatakan bahwa ia tidak percaya kepada Allah, maka tanyakanlah apa yang ia percayai dan mulailah dari sana.  Saya selalu pada akhirnya sampai ke pertanyaan, "Bagaimana kita bisa sampai ada di dunia ini?"  Karena pilihan jawaban atas keberadaan kita hanya dua: penciptaan atau evolusi, saya mempunyai beberapa hal yang harus saya jelaskan dahulu. 
      1. Evolusi mempunyai banyak sekali permasalahan intern dalam teorinya. Menurut pendapat saya dibutuhkan "iman" yang besar sekali untuk dapat percaya bahwa Saudara merupakan hasil perkembangan dari lumpur (sup primordial) lautan, yang karena kebetulan belaka akhirnya bisa berkembang menjadi manusia. Sebagai seorang Kristen saya setidaknya mempunyai saksi-saksi mata mengenai kebangkitan Yesus seperti yang dicatat oleh saksi-saksi ini dalam Alkitab. Yesus sungguh-sungguh telah bangkit dari kematian, Ia mengatakan bahwa Ia adalah Allah, dan mengampuni dosa. Saya lebih baik menaruh iman saya kepada Dia daripada kepada teori evolusi.
    2. Seorang agnostik akan mengatakan bahwa ia tidak tahu apakah Allah itu ada atau tidak. (Biasanya setelah mereka mengatakan hal itu, saya akan menantang mereka untuk menjelaskan mengenai nubuat-nubuat Perjanjian Lama yang telah digenapi dalam Perjanjian Baru. Saya akan menyatakan bahwa hanya Alkitab yang memiliki keunikan ini dan hanya Allah yang mampu membuat nubuat-nubuat yang 100% akurat. Lalu saya akan memintanya untuk menjelaskan bagaimana hal ini bisa terjadi jika memang tidak ada Allah.)
    3. Jika memang Allah tidak ada seperti yang Saudara katakan, maka pada akhirnya saya toh tidak akan rugi apa-apa. Tetapi, jika Allah memang ada seperti yang saya katakan, pada akhirnya anda akan rugi segala-galanya.
    4. Mengapa anda tidak percaya kepada Allah? Apakah anda memiliki alasan yang secara cerdas dapat menolak keberadaan-Nya? Atau, apakah anda hanya berniat untuk tidak percaya kepada Dia?
    5. Alkitab sama sekali tidak berniat membuktikan bahwa Allah ada. Alkitab berbicara seolah-olah Allah memang ada. Mungkin saya memang tidak dapat membuktikan keberadaan Allah kepada anda, tetapi saya dapat memperkenalkan-Nya kepada anda melalui Anak-Nya Yesus Kristus dan anda dapat memutuskan sendiri apakah Firman Yesus Kristus di dalam Alkitab cukup untuk meyakinkan anda akan keberadaan-Nya.
    6. (Catatan: Kita ada. Bagaimana kita bisa sampai ada di dunia ini? Seorang Atheis hanya memiliki satu pilihan yaitu evolusi. Jika anda mempelajari evolusi, dengan membaca buku-buku Kekristenan yang mengungkapkan dan mendokumentasikan berbagai masalah serius yang dihadapi oleh teori ini, maka anda akan bisa melemahkan kepercayaan Atheis terhadap teori evolusi. Logikanya sederhana: Jika hanya ada dua pilihan jawaban: evolusi atau penciptaan, maka dengan menyingkirkan satu pilihan berarti menguatkan dukungan atas pilihan yang lain. Karenanya, belajarlah sebanyak mungkin mengenai evolusi. Kesaksian anda akan sangat dikuatkan.
    7. Lagipula, evolusi tidak menjelaskan mengenai asal usul kehidupan, hanya perkembangannya saja. Diskusi mengenai asal-usul kehidupan adalah hal yang juga menarik.)
  3. Saya sedang berusaha menjadi orang Kristen. 
    1. Syarat untuk menjadi orang Kristen hanyalah dengan mempercayai Yesus dan pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Tidak perlu pakai coba-coba.  Jika anda mempercayai Yesus, dan meminta Ia mengapuni dosa-dosa anda dan menjadi Juru Selamat anda, maka anda telah menjadi orang Kristen. Yang sulit adalah menjalani hidup sebagaimana seharusnya seorang Kristen setelah anda menjadi orang Kristen.
    2. Jika anda percaya bahwa anda harus menjadi orang baik dulu baru bisa menjadi orang Kristen, maka anda telah salah sangka atau belum memiliki pemahaman yang benar mengenai keselamatan. Seorang Kristen bisa menjadi orang Kristen hanyalah melalui anugerah Allah (Roma 6:23), bukan melalui usaha manusia (Efesus 2:8-9). Tidak ada yang dapat anda perbuat guna mendapatkan keselamatan ataupun mempertahankan keselamatan yang anda punya. Keselamatan adalah sesuatu yang dengan cuma-cuma dianugerahkan oleh Allah kepada Saudara.  Jika Saudara menginginkan keselamatan ini, akuilah dosa-dosa anda, bertobatlah, dan kembali kepada Tuhan, dan mempercayai Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat anda. Hanya dengan cara itulah Saudara bisa menjadi orang Kristen.
  4. Saya sudah cukup religius. 
    1. Siapa yang mengatakan bahwa Allah ingin anda menjadi seorang yang religius? Ia menginginkan suatu hubungan yang akrab dengan Saudara. Agama adalah upaya manusia untuk mencapai Allah. Kekristenan adalah Allah yang mencapai manusia.  1 Korintus 1:9 mengatakan bahwa Allah menginginkan Saudara memiliki persekutuan dengan Yesus Kristus. Dalam ayat itu Allah membicarakan mengenai suatu hubungan yang akrab, Dia yang merupakan tempat Saudara mencurahkan hati dan keluh kesah Saudara.  Ia tidak bermaksud membebani anda dengan seribu satu perintah harus ini dan tidak boleh itu. Ia ingin mengulurkan tangan-Nya yang penuh kasih kepada Saudara dan membantu anda menjalani hidup yang bersih dan baik di mata-Nya. Tetapi hal ini tidak bisa Ia lakukan hingga masalah sesungguhnya yang terletak dalam diri Saudara dibuang dahulu, yaitu dosa-dosa Saudara. Dosa memisahkan Saudara dari Allah (Yesaya 59:2). Jika anda sebenarnya menginginkan keselamatan dan bukan sekedar "agama", maka datanglah kepada Yesus. Carilah Dia. Ia tidak akan mengecewakan Saudara.
    2. Oh, begitu. Anda pergi ke gereja mana?
  5. Saya tidak butuh Allah. 
    1. Jika Saudara mengatakan bahwa Saudara tidak butuh Dia, berarti Saudara percaya bahwa Dia ada. Jika anda percaya Dia ada, mengapa Saudara mengatakan bahwa Saudara tidak butuh Dia? Bukankah Dia adalah yang menentukan nasib saudara?  Bukankah Ia memiliki otoritas dan kekuasaan untuk melakukan apa pun yang Ia pandang baik seperti mengirim anda ke neraka atau surga? Konyol rasanya jika Saudara mengatakan bahwa Saudara tidak membutuhkan Dia yang adalah Pencipta Saudara, yang mengasihi Saudara dan yang telah memberikan jalan bagi Saudara untuk memperoleh pengampunan dosa. Saudara membutuhkan Tuhan karena hanya Dia yang sanggup membersihkan dosa-dosa Saudara.
    2. Apakah yang anda butuhkan? Apakah anda baik-baik saja tanpa Allah? Apakah anda bahagia dengan segala sesuatu yang ada dan terjadi dalam hidup anda? Jika tidak, maka anda butuh Yesus. Bahkan, meskipun anda bahagia, anda tetap masih membutuhkan Dia, sebab Saudara tidak akan bisa membawa serta apa yang membuat Saudara bahagia itu ketika Saudara mati.
  6. Ada beberapa hal yang harus saya selesaikan dulu sebelum saya menjadi orang Kristen. 
    1. Misalnya? Mengapa anda harus meyelesaikannya dulu sebelum anda datang kepada Allah? Apakah hal-hal yang harus anda kerjakan itu baik atau buruk? Jika buruk, maka sebaiknya jangan anda lakukan. Jika baik, mengapa tidak dapat anda lakukan setelah anda menjadi orang Kristen?
    2. Hal apa pun yang bisa Saudara lakukan, tidak ada yang lebih penting daripada hubunganmu dengan Allah. Menjauhi-Nya sungguh tidak bijaksana. Bagaimana jika anda mati sebelum menjadi orang Kristen? Maka selamanya Saudara kehilangan harapan.
    3. Pernyataan Saudara itu mengandung asumsi bahwa begitu Saudara percaya kepada Allah maka Saudara tidak akan bisa lagi melakukan apa yang ingin Saudara lakukan itu. Jika hal itu memang benar, bukankah berarti apa yang sedang anda rencanakan untuk dilakukan itu akan membuat Allah marah? Apakah Saudara mengatakan bahwa Saudara lebih suka melakukan hal yang Allah tidak ingin Saudara lakukan? Kalau begitu, Saudara telah dengan sengaja berdosa melawan Allah dan menempatkan diri Saudara dalam situasi yang berbahaya.  Hal ini akan menjadi alasan yang semakin mendesak bagi anda untuk memohon pengampun- an-Nya.
  7. Saya lebih suka menjadi orang yang berpikiran terbuka ("open minded"). 
    1. Berpikiran terbuka berarti melihat/ memandang/ menilai segala sesuatu dengan cara yang jujur. Apakah Saudara mau melakukan hal yang sama dengan Kekristenan? Apakah Saudara berniat melihat dahulu apa yang Yesus telah katakan dan mempelajari apa yang Ia tawarkan bagi Saudara?
    2. Jika anda tetap ingin menjadi orang yang berpikiran terbuka tetapi menolak Kekristenan, maka dalam kenyataannya Saudara telah menjadi orang yang berpikiran tertutup. Mungkin saja Kekristenan itu yang benar. Ketertutupan pikiran Saudara akan menghalangi Saudara dalam menemukan kebenarannya.
  8. Saya sudah percaya kepada Allah. 
    1. Apakah anda telah menjalani hidup sedemikan rupa sehingga hidup anda sesuai dengan perkataan anda? Apakah iman Saudara terhadap Allah telah mempengaruhi cara hidup Saudara atau apakah Saudara masih berbuat sesuka hati Saudara?
    2. Jika Saudara mengatakan bahwa Saudara percaya kepada Allah, apakah Saudara tahu cara untuk mengetahui apa yang Allah inginkan dari Saudara? Apakah Saudara terus menerus berkontak (memiliki hubungan timbal balik yang akrab) dengan Dia? Atau, apakah Saudara hanya mempercayai apa saja yang Saudara anggap baik?
    3. Alkitab mengatakan bahwa setan pun percaya kepada Allah (Yakobus 2:19) tetapi tetap saja dia tersesat. Jika Saudara hanya sekedar percaya bahwa Allah itu ada, maka Saudara tidak lebih baik dari si setan. Bukan pengakuan intelektual mengenai keberadaan Allah yang Allah inginkan, tetapi penerimaan Saudara atas pengorbanan Yesus yang telah menebus orang berdosa di kayu salib yang Allah inginkan dari Saudara. Sekedar percaya saja tidaklah cukup. Saudara harus memilih untuk mengikuti Dia.
    4. Yang penting bukanlah apakah Saudara percaya atau tidak; tetapi kepada siapa Saudara percaya. Siapakah Allah yang Saudara percayai? Apakah Ia Allah orang Kristen? atau Allah orang Islam? Atau apakah ia berasal dari planet lain? Atau siapa saja yang menurut Saudara benar? Apakah Ia penuh belas kasihan? Percaya kepada Allah memang baik, asalkan Allah yang saudara percayai bukan Allah palsu. Yang paling penting adalah Saudara harus percaya kepada Allah yang sejati, bukan yang palsu, dan yang benar itu hanya dapat ditemukan dalam Alkitab.
  9. Saya akan pilih Allah saya nanti. 
    1. Jika anda tidak mau memilih Dia sekarang, apa yang membuat Saudara yakin bahwa Saudara akan mau memilih-Nya nanti? Semakin lama Saudara hidup tanpa Allah, semakin sulit bagi Saudara untuk bisa datang kepada-Nya. Semakin lama Saudara berkecimpung dalam dosa, semakin keras hati Saudara dan semakin jauh Saudara dari Dia (Ibrani 3:13). Menunggu berarti mengundang kutukan. Allah memanggil Saudara untuk bertobat dari dosa Saudara sekarang, bukan nanti. Yang mana yang akan Saudara pilih?
    2. Jika saudara mengatakan akan memilih Dia nanti, apakah Saudara mengakui bahwa Saudara membutuhkan-Nya sekarang? Jika memang Saudara membutuhkan Dia sekarang, mengapa harus menunggu? Saudara bisa mati kapan saja, kemudian terlambatlah semuanya.
  10. Terlalu banyak orang munafik di dalam gereja. 
    1. Gereja adalah tempat yang cocok untuk orang munafik, penipu dan pencuri. Di sanalah mereka akan dibukakan tentang Firman Allah dan belajar bahwa kemunafikan mereka adalah salah.  Saudara dengan cara menghakimi mereka yang di dalam gereja telah pula menjatuhkan vonis terhadap diri Saudara sendiri, sebab kita semua adalah orang munafik dalam caranya masing-masing. Vonis yang Saudara jatuhkan kepada kemunafikan ini menunjukkan bahwa Saudara tahu bahwa kemunafikan itu salah. Apakah menunjukkan jari Saudara kepada gereja yang penuh dengan orang-orang berdosa ketika Saudara juga sebenarnya orang yang berdosa tidak dapat disebut sebagai kemunafikan juga?
    2. Ada pepatah mengatakan bahwa jika Saudara ingin bersembunyi di balik sesuatu, Saudara haruslah lebih kecil dari persembunyian itu. Apakah Saudara bersembunyi di balik kemunafikan orang lain untuk menghindari diri Saudara dari gereja? Saudara harus menyadari bahwa Saudara bertanggung jawab atas diri Saudara sendiri dan Allah tidak akan bertanya kepada orang lain mengenai diri Saudara di hari penghakiman nanti. Allah akan datang langsung kepada Saudara dan bertanya kepada Saudara dan meminta pertanggunjawaban Saudara atas hidup Saudara. Orang-orang munafik dalam gereja pun akan berdiri di hadapan Allah, dengan atau tanpa kehadiran Saudara.
    3. Orang-orang tidak akan memalsukan uang logam lima puluh rupiah. Mengapa Saudara merasa bahwa ada kemunafikan? Karena Kekristenan begitu berharga.
  11. Mengapa kita ada? Atau, Mengapa Allah menciptakan kita? 
    1. Allah menciptakan kita sedemikian rupa sehingga kita dapat memuliakan Dia dan memiliki persekutuan dengan-Nya. (1 Yohanes 1:1-3). Ia menciptakan Adam dan Hawa dan menempatkan mereka di dalam taman, lalu Ia menjalani persekutuan dengan mereka. Ia memberikan mereka hal terbesar yang bisa mereka miliki, yakni kasih-Nya dan kehadiran-Nya. Setelah mereka berdosa, Allah berkata, "Adam, di manakah engkau?" Allah mencari Adam. Dalam Keluaran 25:8 Allah berkata kepada Musa ketika orang-orang Israel sedang berada dalam padang belantara, "Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka." Dalam Perjanjian Baru dalam Yohanes 1:14 dikatakan bahwa, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita..."(1) Allah mencari kehadiran kita. Ia menginginkan kita memiliki persekutuan dengan dia. Ia ingin memiliki persekutuan dengan kita. Ia menciptakan kita supaya Ia dapat mencurahkan kasih-Nya kepada kita dan supaya kita dapat menikmati kehadiran-Nya. Tetapi, manusia telah berdosa dan memisahkan dirinya dari Allah. Itulah mengapa Kristus mati bagi dosa-dosa, supaya hubungan kita dengan Allah bisa dipulihkan.
  12. Bagaimana dengan mereka yang tidak pernah mendengarkan Injil seumur hidupnya? 
    1. Ini adalah pertanyaan yang bagus. Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah Allah yang adil. Kita tahu bahwa apa pun yang dilakukan-Nya selalu benar. Terhadap mereka yang belum pernah mendengarkan Injil seumur hidupnya, Ia akan memperlakukan mereka menurut apa yang dipandang-Nya baik, apa pun itu. Tetapi untuk Saudara, Saudara telah pernah mendengarkan Injil dan Ia akan menghakimi Saudara menurut bagaimana Saudara meresponi Injil yang Saudara dengar. Ia memanggil Saudara untuk bertobat, berbalik dari dosa dan datang kepada-Nya.
    2. Dalam Roma 2:11-16 dikatakan mengenai mereka yang belum pernah mendengarkan Hukum Allah seumur hidup mereka dan bagaimana mereka akan dihakimi sesuai dengan hukum yang tertulis dalam hati mereka. Hukum yang tertulis dalam hati mereka adalah pengetahuan mengenai kebaikan dan keburukan. Mungkin penghakiman Allah atas mereka yang belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai Dia juga termasuk dalam ayat yang mengatakan bahwa mereka akan dihakimi sesuai dengan suara hati mereka yang "turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela." Yang saya tahu adalah bahwa Allah akan melakukan apa yang dipandang-Nya baik dan satu-satu-Nya jalan agar dosa Saudara bisa diampuni adalah melalui Yesus.
  13. Yesus hanyalah salah satu dari sekian banyak tokoh besar dalam sejarah. 
    1. Benar, Yesus adalah seorang tokoh besar dalam sejarah. Itu memang fakta. Tetapi, Ia berbeda dari semua tokoh besar dalam sejarah. Berapa banyak tokoh besar dalam sejarah yang bangkit dari kematian, menenangkan badai di laut, berjalan di atas air, membangkitkan orang mati, menyembuhkan yang sakit, dan mengampuni dosa? Setahu saya tidak ada selain Yesus. Anda tahu? Hal-hal di atas membuatnya lebih dari sekedar tokoh besar. Hal-hal di atas membuatnya unik dan spesial.
    2. Benar, Yesus adalah seorang tokoh yang besar. Tetapi ijinkanlah saya bertanya kepada Saudara. Jika Ia adalah tokoh besar, apakah karena Ia berbohong? Tentu tidak. Jika Ia adalah besar, apakah karena Ia gila? Tidak. Coba, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Allah (Yohanes 1:1,14; 10:30-33; 20:28; Kolose 2:9; Filipi 2:5-8; Ibrani 1:8). Jika Ia berbohong, kita tidak perlu menggubris Dia dan kita tidak bisa menyebut-Nya tokoh besar lagi. Jika Ia gila maka kita juga tidak perlu menggubris Dia dan tidak dapat kita menyebut-Nya tokoh besar. Jika Ia memang tokoh besar, maka Ia mestinya telah mengatakan hal-hal yang benar. Dan Dia memang tokoh yang besar, bukan?
    3. Yohanes 1:1 mengatakan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."  Ayat 14 mengatakan, "Firman itu telah menjadi manusia..." Firman itu adalah Yesus. Ini berarti Yesus adalah Allah dalam daging manusia. Jika demikian, maka Ia bukanlah sekedar "seorang tokoh besar dalam sejarah". Ia jauh lebih besar dari itu.

 

 

 

 
 
CARM ison
 
 
CARM.org
Copyright 2014

CONTACT US:
CARM Office number: 208-466-1301
Office hours: M-F; 9-5 pm; Mountain Time
Email: [email protected]
Mailing Address: CARM, PO BOX 1353, Nampa ID 83653