Orang-orang Kristen dan Pendidikan

Harvard, Princeton, dan beberapa perguruan tinggi terkenal di Amerika pada awalnya didirikan oleh orang-orang Kristen yang ingin memberi pengajaran secara prinsip-prinsip Alkitabiah. Princeton sebagai contoh pada awalnya merupakan sebuah seminari. Namun sejarah memperlihatkan kepada kita bahwa isntitusi pendidikan berniat merubah total dari apa yang sejak semula dirancang.

Banyak perguruan tinggi telah mengesampingkan pendidikan berdasarkan Alkitabiah karena pragmatisme, utilitarianisme, dan kurikulum yang dirancang untuk mendoktrinasi orang-orang dengan humanisme dan sekularisme. Amerika mempunyai sangat banyak kekosongan dalam hal pendidikan yang lambat laun kekosongan itu semakin meningkat. Sebagai alternatif, Home Schooling dan sekolah swasta terus meningkat. Kebutuhan akan hal ini semakin nyata. Semakin banyak orang-orang Kristen tidak mau anak-anak mereka terdoktrinasi oleh orang-orang yang tidak percaya yang secara terus menerus mengajarkan hal-hal diluar dan bertentangan dengan Alkitab.

Sekolah Adalah Arena Pertempuran

Apa yang tidak dapat dipaksakan ke dalam pemikiran orang dewasa akan menjadi hal yang kemudian dipropagandakan kepada anak muda. Karena itu, sekolah pada masa kini merupakan arena pertempuran bagi budaya dan pendidikan yang benar dan orang-orang muda yang kemudian menjadi sengsara. Membaca, menulis dan aritmatika membuka peluang bagi humanisme, doktrin anti Kristen, dan “nilai-nilai masa kini”.  Para pelajar konservatif Amerika (The Conservative Students for America) melakukan survey ke 13 perguruan tinggi di bagian Selatan dan menemukan dalam survey tersebut sebanyak 56 % berkata bahwa benar atau salah adalah persoalan opini masing-masing pribadi. Ini merupakan statistik yang sangat mengerikan. Apakah ini adalah relativisme moral yang sekolah kita sedang hasilkan? Apakah anda menginginkan seorang pengacara yang membela anda jika menurutnya kebenaran adalah relative? Bagaimana dengan politisi dan mereka yang memegang kendali atas kita? Mereka yang mengeluarkan peraturan nampaknya tidak memberikan kebebasan bagi kita para pembayar pajak. Hal ini sangat mengerikan dan semakin bertambah buruk.

Betul, ketiga “R” tetap diajarkan di sekolah tetapi sangat kurang. Pendidikan di Amerika semakin tidak berpengetahuan luas dan tidak dapat dipercaya. Sejak tahun 1960 orang-orang Amerika semakin tidak mampu dan tertinggal dalam ranking pendidikan di dunia. Apa yang kemudian menjadi solusi? Uang! Di tahun 1996, negara-negara bagian menyediakan dana untuk pendidikan umum sebesar17 miliar US Dollar. Dan dana bagi Negara sebesar lebih dari 113 miliar US Dollar. Itu tidak membantu. Pada kenyataannya,sistem pendidikan terus merosot.

Dalam survey nasional yang dilakukan oleh kelompok Komunitas Penelitian International (International Communications Research) di Pensilvania, 58 % para orang tua yang disurvey sangat mendukung pilihan yang diambil oleh sekolah sebagai salah satu opsi. Ketika mereka ditanyakan apakah anak-anak mereka menerima pendidikan yang diperlukan, 16 % mengatakan ya dan 79% mengatakan tidak. Sangat jelas banwa orang-orang menginginkan perubahan.

Apa yang Menjadi Tanggung Jawab Orang Kristen Sehubungan Dengan Pendidikan?

Sebagai orang Kristen tanggungjawab kita adalah memastikan bahwa kita dan anak-anak kita dididik dalam iman yang benar. Tidak boleh membiarkan orang-orang yang tidak percaya mengajarkan anak-anak hal-hal yang tidak sesuai dengan iman kita. Tuhan telah mempercayai kita dengan memberi anak-anak dan Ia akan memperhitungkan apa yang telah kita lakukan atas mereka.

Sebagai orang-orang yang percaya pada Allah dan yang berada di bawah pimpinanNya, kita telah diberi mandat untuk beranak cucu dan menguasai bumi (Kej. 1:28). Untuk menjalankan ini, kita perlu belajar akan ciptaan Tuhan dan mencari apa yang tersembunyi dalam ciptaan Allah. Dengan melakukan ini, kita belajar akan keagungan Tuhan dan menumbuhkan kemampuan kita untuk memuji dan memuliakan Allah.

Listrik, gelombang radio, lampu, suara, fisika, biologi, kedokteran dan sebagainya merupakan khazanah yang Tuhan ciptakan dan tersembunyi dalam ciptaanNya tersebut. Ia memberikan kita kemampuan untuk menemukan hal-hal tersebut. Seluruh pengetahuan, ilmu, matematika, seni, filsafat,  kedokteran dan sebagainya adalah semata-mata pengkategorian yang dilakukan oleh manusia. Karena itu, seluruh pendidikan untuk orang-orang Kristen haruslah berpusat pada Allah karena hal itu akan menyingkapkan keagungan ciptaan Allah. Ratu dari pendidikan ilmu pengetahuan haruslah Teologi Alkitabiah.

Saya merekomendasikan kepada setiap orangtua Kristen untuk memilih home schooling sebagai pilihan yang baik untuk menghindarkan para orang-orang yang tidak percaya mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan wahyu Alkitab. Bagaimanapun, beberapa orang akan mengatakan hal ini sulit. Saya mengerti. Istri saya menjadi guru home scholl anak-anak kami dan secara finansial kami kekurangan. Satu sisi berhasil namun juga ada pengorbanan, Namun anak-anak telah diberikan Tuhan kepada kami untuk dirawat, dibesarkan dalam Tuhan, dan dididik dalam jalan Tuhan. Sebagai orangtua, kita akan mempertanggungjawabkan bagaimana kita membesarkan anak-anak kita. Bergandengan tangan dengan organisasi home schooling. Dukungan melaluinya sangatlah besar, juga banyak memberi dorongan. Ada banyak pilihan bagus untuk home schooling, lakukanlah penelitian.

Alternatif bagi sekolah negeri yang sangat baik adalah Christian Day school. Ini adalah sekolah Kristen yang didedikasikan dalam mengajar secara perspektif Alkitabiah. Para pengajarnya adalah orang-orang Kristen yang takut akan Tuhan dan tahu bagaimana pentingnya membesarkan anak-anak bagi Tuhan. Ada banyak sekolah yang baik di seluruh bangsa.

Apa yang Alkitab katakan? Harap perhatikan ayat-ayat berikut

  • 2 Taw 17:9, “ Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat.”
  • Mazmur 78:1, “Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.”
  • 2 Tim 3: 16-17, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
  • Rom 1:20, “Sebab apa yang tidak nampak dari padaNya, yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat Nampak kepada pikiran dari karyaNya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.”
  • Ef 6:4, “Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”
  • Yoh 1:17 “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.”

Orang-orang Kristen harus berdoa untuk sistem pendidikan di Amerika dan ikut terlibat dalam meningkatkan sistem pendidikan ini. Mereka harus sangat aktif terlibat dalam pengaturan pendidikan yang anak-anak akan terima, terutama dalam pendidikan di rumah.

Pendidikan anak-anak muda dan diri kita sendiri adalah tanggungjawab yang Tuhan berikan kepada kita.

 

 

 

 
 
CARM ison