Suatu ujian: Apakah Yesus yang anda percayai adalah Yesus yang sesungguhnya?

Ada satu cara yang mudah untuk menguji apakah seseorang telah memiliki Yesus yang sejati atau belum.  Yang saya maksudkan dengan Yesus yang sejati adalah Yesus seperti kesaksian dalam Alkitab, bukan seperti yang dipercayai oleh Mormonisme (mereka menganggap Yesus adalah saudara iblis), ataupun seperti versinya saksi Yehovah (mereka menganggap Yesus adalah Mikhael sang penghulu malaikat), bukan pula seperti yang dipercayai oleh kaum Gerakan Zaman Baru (mereka menganggap Yesus adalah seorang manusia biasa yang telah mencapai keselarasan dengan suatu kesadaran keillahian).

  • Yesus yang sesuai kesaksian Alkitab adalah Yesus yang kepada-Nya kita berdoa (Kisah Para Rasul 7:55-60; Mazmur 116:4 dan Zakharia 13:9 bandingkan dengan 1 Korintus 1:1-2).
  • Yesus yang sesuai kesaksian Alkitab adalah Yesus yang disembah (Matius 2:2,11; 14:33; 28:9; Yohanes 9:35-38; Ibrani 1:6)
  • Yesus yang sesuai kesaksian Alkitab adalah Yesus yang disebut sebagai Allah (Yohanes 10:28; Ibrani 1:8).

Dalam theologi kaum kultus, Yesus adalah seorang ciptaan khusus dalam bentuk tertentu (inilah mengapa, kaum saksi Yehovah menambahkan kata "other" ( yang lainnya) empat kali dalam ayat Kolose 1:16-17, sehingga keseluruhan ayat ini memberi kesan Yesus tidak menciptakan segala sesuatu), akibatnya kita menjadi tidak bisa berdoa kepada-Nya, menyembah-Nya, ataupun memanggil-Nya Allah.

Jika anda adalah seorang Kristen maka anda akan bisa berdoa kepada Yesus, bukan hanya melalui Yesus. Anda juga bisa meyembah Yesus setara dengan Bapa. Dan anda akan bisa memanggil Yesus sebagai Tuhan dan Allahmu. Sementara kaum kultus tidak bisa melakukan hal ini. Penganut kultus memiliki Yesus yang keliru, dan, karenanya, harapan yang keliru akan keselamatannya.

Berikut ini adalah penjelasan atas point-point di atas

Jika anda mengimani Yesus yang keliru, maka imanmu itu sia-sia. Kuasa iman tidak terdapat dalam tindakan mempercayai, tetapi pada objek iman tersebut; iman yang besar terhadap seseorang/ sesuatu yang palsu adalah sama dengan tidak mempunyai iman. Ketulusan hati dan juru selamat palsu tidak dapat menjembatani jurang dosa antara Allah dan manusia, hanya Yesus seperti kesaksian Alkitablah yang dapat melakukannya. Lalu, siapakah Yesus yang sejati itu?

Yesus berkata bahwa Ia adalah satu-satunya yang menyatakan Bapa (Matius 11:27 dan Lukas 10:22): "Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya." (Matius 11:27).

Jadi, untuk dapat mengenal Bapa yang sejati, anda harus pertama-tama mengenal Yesus yang sejati. Pertanyaannya adalah, bagaimana anda dapat mengenal Yesus yang sejati? Gampang, bacalah Alkitab.

Jika anda mengatakan, "Bapa terimalah rohku," kepada siapakah anda berdoa? Bapa, bukan?

Jika anda mengatakan, "Yesus terimalah rohku," kepada siapakah anda berdoa? Yesus.

Dalam Kisah Para Rasul 7:59, Stefanus, ketika penuh dengan Roh Kudus (ayat 55), bedoa kepada Yesus:

Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." (Kisah 7:59) (Lihat juga Kisah Para Rasul 9:14; Roma 10:13)

Stefanus berdoa kepada Yesus, bukan hanya melalui Dia. Jika hal ini berlaku baginya (boleh dilakukannya), maka tentu juga berlaku bagi anda.  Saya senantiasa bedoa kepada Yesus. Bagaimana dengan anda? Jika ya, bagus. Jika tidak, mengapa?

Tetapi anda mungkin berkata, "Bukankah Yesus bedoa kepada Bapa." Saya juga. Tetapi saya juga bedoa kepada Yesus seperti yang dilakukan oleh Stefanus. Jika memang gereja hanya dibolehkan bedoa kepada Bapa lalu mengapa Stefanus melakukannya, dibawah inspirasi Roh Kudus, memanggil Yesus dalam doanya? Salahkah ia? Lihat juga 1 Korintus 1:1-2 dan Mazmur 116:4 di mana pada kedua ayat tersebut, kata "memanggil nama Allah" adalah suatu bentuk doa dan doa gereja Korintus ditujukan kepada Yesus.

Yesus juga disembah. Ayat-ayat mengenai hal ini adalah:

Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." (Matius 14:33).

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. (Matius 28:9).

Lihat juga Matius 2:2,11; 14:33; 28:9; Yohanes 9:35-38; Ibrani 1:6.

Yesus seperti kesaksian Alkitab adalah Yesus yang kepada-Nya kita berdoa. Apakah anda melakukan apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus? Apakah anda bedoa dan menyembah kepada Yesus yang sejati?

Theologi Mormon dan saksi Yehovah melarang kita bedoa kepada Yesus dan hanya mengijinkan kita bedoa melalui Yesus. Bagaimana anda bisa mengatakan anda percaya kepada Yesus, jika anda tidak bisa bedoa kepada-Nya? Dan, apakah anda telah memuliakan Dia setara dengan memuliakan Bapa seperti yang diperintahkan Yesus dalam Yohanes 5:23? Jika anda belum melakukan hal itu, mengapa anda tidak melakukannya?

Masih ada satu lagi masalah yang perlu dibahas di sini. Apakah anda memanggil Yesus sebagai Tuhan dan Allah?

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri-Nya kepada banyak orang. Salah satunya adalah kepada Tomas. Yohanes 20:28:

Tomas menjawab Dia [Yesus]: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

"Allahku!" atau "My God!" adalah ekspresi pagan yang banyak dipergunakan saat ini di Amerika.  Ada dua point yang dapat ditarik dari ucapan ini. Pertama, apakah anda berpendapat bahwa Tomas yang adalah seorang Yahudi yang saleh sedang mengucapkan sumpah serapah sebagaimana kaum pagan saat ini? Kedua, Alkitab tidak pernah mencatat satu patah ungkapan khusus yang dipakai untuk bersumpah serapah.  Petrus memang bersumpah dalam Markus 14:71 saat ia bersumpah bahwa ia tidak mengenal Yesus, tetapi tidak menggunakan ungkapan khusus. Mengatakan bahwa Tomas menyumpah, atau hanya sekedar mengucapkan kata-kata seru sebagai ungkapan keterkejutan sungguh-sungguh tidak beralasan.

Allah menyebut Yesus sebagai Allah dalam Ibrani 1:8:

Tetapi tentang Anak Ia [Bapa] berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya..."

Sayangnya, dalam alkitab versi Saksi Yehovah dalam ayat ini anda akan melihat hal yang berbeda, yaitu, "Allah adalah tahtamu, seterusnya dan selamanya." Secara teknis, terjemahan ini adalah terjemahan yang sah. Hal ini karena natur dari bahasa Yunani dan fakta bahwa bentuk kata "Allah" dan "tahta" kedua-duanya memiliki akhiran dengan konstruksi kata benda yang dapat dipertukarkan, sehingga terjemahan versi Saksi Yehova adalah sah. Sungguh sayang karena Watchtower (penerbit dari kaum Saksi Yehovah) memilih untuk menterjemahkan ayat ini secara demikian. Tetapi, jika anda berminat untuk membaca mengenai hal ini lebih jauh silakan klik The Jehovah's Witnesses and Heb. 1:8 and Psalm 45:6.

Kesimpulan:

Yesus sebagaimana kesaksian Alkitab adalah Yesus yang kepada-Nya kita berdoa (Kisah Para Rasul 7:55-60; Mazmur 116:4 dan Zakharia 13:9 bandingkan dengan 1 Korintus 1:1-2), kita sembah (Matius 2:2,11; 14:33; 28:9; Yohanes 9:35-38; Ibrani 1:6), dan disebut sebagai Tuhan dan Allah (Yohanes 20:28; Ibrani 1:8). Jika saya memiliki Yesus yang keliru, dan karenanya saya melayani Allah yang salah, lalu mengapa saya bisa bedoa kepada Yesus, menyembah-Nya, dan memanggil Dia Tuhanku dan Allahku sebagaimana yang diajarkan oleh Alkitab? Tetapi, jika anda memiliki Yesus yang sejati, mengapa anda tidak melakukan apa yang saya lakukan? Mengapakah Theologi kaum Saksi Yehovah tidak sesuai dengan Alkitab?

Saya kira jawabannya sederhana saja. Yesus yang dipercayai kaum kultus bukanlah Yesus yang sejati. Karenanya, mereka keliru.

 
 

About The Author

Matt Slick is the President and Founder of the Christian Apologetics and Research Ministry.