Kekristenan dan Ilmu Pengetahuan

oleh Matt Slick

Ilmu pengetahuan adalah suatu studi yang berusaha untuk mengamati, menemukan, dan memahami sifat dan prinsip-prinsip yang mengatur alam semesta kita, dunia kita, dan diri kita sendiri. Hasil yang diperoleh daripadanya adalah suatu pengetahuan sistematis –berdasarkan kategorisasi tertentu – yang bertujuan untuk meramalkan dan menyesuaikan keadaan sesuai dengan hukum alam yang ditemukan tersebut.

Ilmu pengetahuan telah membentuk kehidupan kita secara dramatis. Melalui ilmu pengetahuan kita sekarang memiliki pengetahuan medis yang hebat. Kita dapat melakukan perjalanan dengan pesawat jet, mobil, dan kereta api jarak jauh. Kita bisa memanfaatkan sungai, memprediksi badai, dan menggunakan kekuatan atom. Dengan telepon kita dapat berbicara dengan hampir siapa pun di dunia. Kita bisa melihat apapun di planet ini melalui televisi, bahkan bisa melihat permukaan bulan dan Mars. Bagaikan membuka sebuah pintu air raksasa, apa yang mengalir melaluinya adalah suatu teknologi mumpuni yang membantu, meningkatkan, relaksasi, hiburan, keamanan, menjawab pertanyaan dan harapan. Kita tidak lagi harus mengolah tanah dengan susah payah, tidak perlu berdoa untuk hujan supaya mengairi tanah, tidak perlu mengikuti siklus alam, dan tidak perlu memikirkan tidak ada suatu penyakitpun yang dapat diobati. Ilmu pengetahuan bagi banyak orang telah menjadi dewa baru.

Sejenak waktu sebelum ilmu pengetahuan mencari penjelasan untuk hal-hal yang tidak diketahui, manusia berpegang pada agama. Sejarah mencatat serangkaian cerita, tulisan, dan pengaruh agama pada kehidupan masyarakat. Kuil-kuil / biara-biara yang didedikasikan untuk berbagai dewa tersebar di seluruh dunia. Meskipun sains tidak menggantikan peran agama secara keseluruhan, ia memberikan suatu argumen intelektual yang membenarkan penolakan atas kedaulatan Tuhan, sebagaimana halnya pada teori Evolusi.

Tuhan / dewa hadir pada suatu masyarakat ketika masyarakat tersebut mencapai limitasinya akan masa depan dan peristiwa-peristiwa alam. Dalam semua tradisi keagamaan, doa merupakan pengharapan atas kebutuhan masyarakat agar Tuhan atau dewa-dewa dapt membantu. Akan tetapi, saat ini kita dapat memiliki (sistem) irigasi untuk menggantikan (peran) hujan, obat-obatan untuk menyembuhkan beragam penyakit, senjata untuk melindungi, dan televisi yang mempengaruhi pikiran dan hati kita, kebutuhan pada hal-hal Teistik telah digantikan pada kebutuhan memperoleh uang untuk mendapatkan manfaat dari teknologi: kenyamanan, rekreasi, dan keamanan. Dunia -dengan demikian- telah mendapati suatu jenis agama baru: ilmu pengetahuan, dimana para ilmuwan tampil sebagai imamnya dan rakyat umum sebagai jemaatnya.

Apa Artinya Bagi Seorang Kristiani?

Untuk orang Kristen, ilmu pengetahuan hanyalah serangkaian langkah untuk mengkategorikan, menemukan, dan memanfaatkan pengetahuan atas alam oleh Yang Maha Kuasa, Sang Pencipta, Sang Mahatahu. Sains bukanlah jawaban akhir atas segala sesuatu, tetapi hanya salah satu cara bagi manusia untuk memuliakan Tuhan. Hal ini karena Tuhan adalah pencipta semua yang ada. Dia menyembunyikan banyak pengetahuan dari kemuliaan-Nya yang tidak terbatas di alam di mana kita berada. Kekuatan atom, momentum, energi, massa, waktu, dll adalah ciptaan Allah dan, oleh karena itu, ada di bawah kekuasaan-Nya. Semakin dalam seorang Kristiani mempelajari hal-hal ini, semakin dalam dia memuja Tuhan. Ilmu pengetahuan tunduk kepada-Nya, bukan sebaliknya. Ilmu pengetahuan bukan pengganti Tuhan. Setiap orang Kristen selayaknya meyakini ini.

Apakah Alkitab dan Sains Bertentangan?

Ketika kosmologi lain menyatakan bahwa agama berada pada dunia yang terlepas dari kehidupan sehari-hari, atau bahwa bumi sebagai bagian dari pertarungan antara dewa-dewa, penyataan alkitabiah cukup konsisten dengan sains. Ini tidaklah berarti bahwa Alkitab mendapatkan pembenaran oleh sains, melainkan sains yang mendapat pembenaran dalam Alkitab. Pertimbangkan hal berikut: (catatan: semua kutipan dari Alkitab-NIV) 

Bumi berbentuk bulat - Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman! (Yesaya 40:22)

Bumi tidak bergantung pada apapun - Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan.(Ayub 26:7)

Bintang-bintang tak terhitung banyaknya - Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." (Kej. 15:5)

Keberadaan lembah dan laut -Lalu kelihatanlah dasar-dasar laut, alas-alas dunia tersingkap karena hardikan TUHAN karena hembusan nafas dari hidung-Nya.(2 Sam 22:16)

Keberadaan mata air dan air terjun - Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. ( Kej 7:11)

Keberadaan samudera raya serta isinya - Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. (Maz 8: 1,2,4,5,7,9)

Siklus hidrologi - Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek.(Ayub 26:8); Ia menarik ke atas titik-titik air, dan memekatkan kabut menjadi hujan, yang dicurahkan oleh mendung, dan disiramkan ke atas banyak manusia.(Ayub 36:27-28) Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. (Peng 1:6-7)

Konsep entropi - Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah;(Maz 102:25-26)

Dasar dari kesehatan, kebersihan dan penyakit – (Imamat pasal 12-14)

Tidak ada Tuhan selain Dia

Para penganut Kristiani perlu menjaga agar ilmu pengetahuan tidak sampai merebut otoritas Tuhan. Jika anda seorang Kristen, perlu diingat bahwa Tuhan adalah Yang memiliki Otoritas dan bahwa Dia (yang menciptakan?) alam ini. (Kita) Manusia berada di dunia untuk-Nya, agar memuliakan Dia dan menikmati Dia selamanya (1 Kor. 1:9). Tidak ada Tuhan, tapi satu (Yesaya 44:6,8). Tapi...

Apakah anda melihat dengan ilmu pengetahuan sebagai harapan, keamanan, dan jaring pengaman anda? Apakah anda pergi menghadap Tuhan hanya ketika ilmu pengetahuan telah gagal (mengungkap misteri), hanya ketika obat tidak berfungsi, atau hanya setelah kenyamanan anda terancam? Apakah televisi menjadi berhala yang mengorbankan waktu dan energi anda? Apakah kenikmatan yang ditawarkan oleh teknologi, yang merupakan anak kandung ilmu pengetahuan sesuatu yang Anda cari lebih daripada Tuhan? Berapa banyak ketergantungan anda kepada Tuhan telah digantikan oleh ketergantungan pada hal-hal tersebut?

Ilmu pengetahaun adalah ciptaan-Nya dan Dia-lah penguasa segalanya.

Carilah di melalui hatimu dan lihatlah siapa yang duduk di atas tahta.

 

 

 

 
 
CARM ison
 
 
CARM.org
Copyright 2014

CONTACT US:
CARM Office number: 208-466-1301
Office hours: M-F; 9-5 pm; Mountain Time
Email: [email protected]
Mailing Address: CARM, PO BOX 1353, Nampa ID 83653