Apakah manusia memang pernah hidup hingga ratusan tahun sebagaimana yang dicatat dalam kitab Kejadian?

  1. Adam hidup 930 tahun (Kejadian 5:5) - "Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati."
  2. Seth lived 912 years (Kejadian 5:8) - "Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati."
  3. Methuselah lived 969 years (Kejadian 5:27) - "Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati."

Sesaat setelah kejatuhan manusia, kondisi genetik dari Adam dan keturunannya masih sangat murni dan sempurna, sehingga kesehatan mereka akan sangat baik. Hidup hingga ratusan tahun tentu bukan masalah bagi mereka. Beberapa Theolog berpikir bahwa pada masa itu terdapat semacam tudung (kanopi) dari air yang melindungi seluruh bumi dan baru terbuka pada waktu banjir di jaman Nuh. "Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit." (Kejadian 7:11). "Tingkap-tingkap langit" kadang kala disebut sebagai sejumlah besar air yang tertahan di langit. Tudung ini, jika memang benar, tentu akan menjadi semacam perlindungan dari sinar- sinar terntentu yang merugikan dari matahari. Kita tidak pernah tahu pasti dan ini hanyalah sebuah teori belaka. Tetapi, setelah banjir, umur dari penduduk bumi telah memendek secara dramatis, "Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." (Kejadian 6:3).  Apakah tudung air yang telah hilang ini mempengaruhi umur manusia kita tidak pernah tahu.

 

 

 

 
 
CARM ison