Jika Allah tidak menghendaki kekacauan, bagaimana dengan Menara Babel?

  1. Mengacaukan bahasa - "Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi." (Kejadian 11:8-9)
  2. Tidak menghendaki kekacauan - "Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera." (1 Korintus 14:33)

Ini bukanlah masalah yang sulit sama sekali. Allah memang bukan pembuat kekacauan: "Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera." (1 Korintus 14:33). Konteks dari ayat ini adalah mengenai anugerah berbahasa lidah sebagaimana yang banyak dipakai di gereja mula-mula. Orang asing yang  menghadiri gereja ingin mendengar Injil dalam  bahasa yang bisa mereka mengerti.  Maka diperlukanlah penafsir bahasa lidah. Tetapi, orang-orang Kristen pada masa itu telalu bersemangat dalam memakai bahasa lidah sehingga menyebabkan banyak kebingungan dan kekacauan di antara jemaat karena bahasa lidah dipakai secara tidak teratur. Karena itulah, satu ayat sebelum 1 Korintus 14:33, Paulus memberikan instruksi kepada jemaat mengenai bagaimana pemakaian bahasa lidah yang baik dalam geraja, yaitu pemakaian yang memperhatikan keteraturan. Tujuan dari pemakaian bahasa lidah bukanlah untuk menimbulkan kebingungan dan kekacauan di antara jemaat, sehingga jemaat menjadi tidak bisa memahami injil yang disampaikan. Tujuan dari instruksi Paulus adalah memberikan suatu pelayanan kebaktian yang teratur.

Konteks dari peristiwa Menara Babel sangat berbeda. Manusia di bumi sedang berusaha membangun suatu menara yang "... puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." (Kejadian 11:4).  Dosa dari orang-orang ini adalah kesombongan mereka. Mereka berusaha tetap bersatu dalam satu kelompok dalam satu lokasi yang sama dengan mengandalkan kemampuan mereka. Jelas sekali, ini telah menyimpang dari perintah Allah agara manusia memenuhi bumi (Kejadian 9:1). Allah ingin agar mereka menyebar. "Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi." (Kejadian 11:8-9). Karenanya, tidak ada kontradiksi karena kedua ayat di atas memang berada dalam konteks dan pokok persoalan yang berbeda.

 

 

 

 
 
CARM ison
 
 
CARM.org
Copyright 2014

CONTACT US:
CARM Office number: 208-466-1301
Office hours: M-F; 9-5 pm; Mountain Time
Email: [email protected]
Mailing Address: CARM, PO BOX 1353, Nampa ID 83653